Ketik disini

Headline Tanjung

Wabup: Kalau Terbukti, Saya Penjarakan!

Bagikan

TANJUNG – Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin berang dengan indikasi pungli yang dilakukan oknum UPTD Dikbudpora. Pungli ini diduga dilakukan terhadap guru-guru PNS.

“Saya dapat informasi, pungli dilakukan dengan memotong gaji 13 dan 14,” ungkapnya pada wartawan, kemarin (29/6).

Dijelaskan, informasi tersebut diperoleh dari salah satu kepala sekolah dan pegawai UPTD. Kepala UPTD tersebut mengumpulkan kepala sekolah dari tingkat SD hingga SMA yang ada di wilayah tersebut. “Ini inisiatif Kepala UPTD. Mereka ini dimintai per orang Rp 200 ribu, kalau semua menyerahkan potongan tersebut akan terkumpul uang sekitar Rp 40 juta,,” sebutnya.

Dana yang sudah dikumpulkan dari pemotongan gaji 13 dan 14 guru ini rencananya akan dipakai membangun sarana dan prasarana di dekat kantor UPTD.

“Saya tegaskan lagi pemotongan seperti ini tidak diperbolehkan. Jangan sampai ada yang melakukan pemotongan itu namanya menghilangkan hak orang lain,” tandasnya.

Ditambahkan, berdasarkan informasi ini pihaknya akan segera memanggil kepala UPTD yang bersangkutan untuk dikroscek. “Saya akan panggil dulu kepala UPTD ini. Kalau sampai terbukti ada yang memotong akan saya penjarakan,” cetusnya.

Lebih lanjut, Sarifudin juga menegaskan agar seluruh sekolah mulai tingkat SD hingga SMA/SMK di Lombok Utara tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada siswa baru nanti. “Mau apapun alasannya, jangan,” kata mantan anggota DPRD NTB ini.

Ditambahkan, berbagai macam alasan digunakan sekolah untuk menarik pungli ini. Ada yang berkedok uang seragam, uang pembangunan sekolah, atau uang untuk rehab ruang kelas.

“Ombudsman juga sudah mewanti-wanti agar jangan ada pungutan dalam bentuk apapun. Saya minta masyarakat yang mengetahui ada pungli segera laporkan,” pungkasnya. (puj/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka