Ketik disini

Tanjung

Inspektorat Akan Turun Tangan

Bagikan

TANJUNG – Dugaan pungli yang dilakukan salah satu oknum kepala UPTD Dikbudpora Lombok Utara A�mendapatkan atensi Inspektorat. Sebelumnya oknum Kepala UPTD diduga melakukan pungli dengan memotong gaji 13 dan 14.

Kepala Inspektorat Lombok Utara Zaenal Idrus mengatakan, pihaknya memang sudah mendengar informasi tersebut. Namun belum ada laporan resmi yang disampaikan kepada pihaknya.

a�?Kita akan cek dulu apakah emang ada kesepakatan atau bagaimana,a�? ujarnya, kemarin (30/6).

Menurutnya, memotong sejumlah uang dari gaji 13 dan 14 dalam bentuk apapun tidak diperbolehkan. Pasalnya, anggaran yang diperuntukan bagi PNS tersebut murni hak pegawai dan tidak dapat diganggu gugat. Lain halnya jika iuran bulanan. Tetapi iuran itu pun juga harus melalui kesepatakan.

a�?Iuran bulanan sifatnya sudah disepakati jadi tidak masalah, momennya ini tidak pas,a�? katanya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin telah mendapatkan informasi dari kepala sekolah dan pegawai UPTD. Bahwa ada salah satu Kepala UPTD yang mengumpulkan seluru kepala sekolah mulai tingkat SD hingga SMA/SMK untuk menyepakati pemotongan gaji 13 dan 14 guru-guru.

Zaenal menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala Dikbupora Lombok Utara. Pasalnya, ia pun belum mengetahui UPTD kecamatan mana yang diduga pungli tersebut.

Namun yang jelas, jika memang terdapat pelanggaran, Inspektorat bakal memberikan sanksi-sanksi sesuai aturan perundang-undangan.

Menurut alasan pemotongan untuk membangun sarana dan prasarana di UPTD merupakan langkah yang salah. Pasalnya, dalam konteks pembangunan tentu ada anggaran daerah yang mekanismenya pun sudah diatur.

a�?Anggaran daerah kan ada untuk membangun jadi ngapain harus mungut,a�? tandasnya. (puj/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka