Ketik disini

Giri Menang

Izin Prinsip 89 Lahan Terlantar Dicabut

Bagikan

GIRI MENANG – Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Lombok Barat mencabut 89 izin prinsip (IP) milik investor asing di Lobar. Pencabutan izin ini dilakukan atas dasar rekomendasi BKPM RI.

Penyebabnya, investor yang memegang izin tersebut tidak serius menggarap lahannya. Akibatnya, lahan ratusan hektar pun tak terurus.

Kabid Penanaman Modal BPMP2T Lobar HM Syahid mengatakan, lokasi dominan di daerah wisata. Seperti di Senggigi, Batu Layar dan Sekotong. Izin tersebut dicabut akibat tiga tahun tak terjadi kegiatan pembangunan apapun.

Selain mencabut puluhan izin tersebut, Pemda juga berkoordinasi dengan BPN terkait 12 izin lain yang terancam dicabut karena terindikasi terlantar. a�?Ada 89 izin prinsip PMA dicabut, itu atas rekomendasi dari Pusat (BKPM Pusat). Izin dicabut karena investornya tidak serius dan menyalahi izin,a�? tegas Kepala BPMP2T ini.

Lebih jauh dikatakan, semua izin prinsip yang dicabut ini adalah Perusahan Modal Asing (PMA) yang proses pengurusan izinya di pusat. Pencabutan 89 izin termasuk ketika Lobar masih bergabung dengan KLU.

Menurutnya, puluhan izin ini terbit ketika perizinan masih vertikal. Investor bisa memperoleh HGU dari BPN, namun sekian tahun lamanya tidak beraktivitas. Rata-rata izin yang dipegang sejak tahun 1992-1995 silam.

Jika melihat ketentuan perizinan jelasnya, HGU berlaku selama 25-30 tahun. Namun sebab selama itu tidak ada aktivitas maka HGU-nya bisa dicabut. Dalam hal pencabutan izin ini sendiri, pemda tidak berwenang namun Pemda bisa mengusulkan. a�?Pencabutan bukan wewenang kami, tapi pusata�? pungkasnya. (fer)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka