Ketik disini

Headline Kriminal

Lebaran, Waspadai Serangan Teroris!

Bagikan

MATARAM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bertekad untuk membersihkan paham radikal dan terorisme. Langkah itu dilakukan untuk menghilangkan kesan NTB yang dianggap sebagai wilayah gembong teroris. Bahkan jika memungkinkan, pemprov meminta kepada Lembaga pemasyarakatan tidak menerima titipan narapidana terorisme.

a�?Kita akan menghapus gelar NTB yang disebut sebagai gembong teroris,a�? tegas Wakil Gubernur NTB H.M. Amin saat ditemui di Mapolda NTB, kemarin (30/6).

Bahkan jika memungkinkan Amin ingin agar Lapas di seluruh NTB tidak menampung narapidana (napi) terorisme. Hal ini untuk menyebah penyebaran faham berbahaya itu.

a�?Tidak menutup kemungkinan gerakan mereka masih ada di NTB,a�? ungkapnya.

Seperti halnya temuan beberapa waktu lalu tentang adanya oknum-oknum yang mencoba untuk menyebarkan paham radikal. Namun wagub bersukur dengan kesadaran masyarakat yang tak memberi ruang bagi peredaran faham tersebut.

a�?Saya apresiasi tindakan dari masyarakat dan kepolisian yang mempersempit gerakan mereka,a�? ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya hanya berkoordinasi secara kasuistis dengan Kemenkumham NTB. Artinya, pemprov mendorong pengawasan narapidana terorisme secara berkelanjutan.

a�?Sifatnya itu hanya sebatas koordinasi lintas sektoral saja dalam mengawasi narapidana terorisme,a�? ungkapnya.

A�Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Perwakian NTB Sevial Akmily mengatakan, dalam larangan pemprov untuk tidak menerima titipan narapidana itu bukan wewenangnya. Pasalnya, pihak lembaga pemasyarakatan hanya menampung berdasarkan permintaan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

a�?Untuk permintaannya seharusnya langsung ke BNPT bukan ke Kemenkumham,a�? ujarnya.

Yang pasti lanjutnya, pihaknya tetap akan berkoordinasi dalam bentuk pengawasan dan pembinaan dalam memberikan pedoman hidup pemahaman agama yang sebenarnya. a�?Kita hanya memfasilitasi untuk memberikan pembinaan disini,a�? ungkapnya.

Terpisah, KPLP Lapas Mataram Arya Galung menerangkan, saat ini di Lapas Mataram menampung tiga napi teroris yag dititipkan oleh BNPT melalui ijin dari Kejari Mataram. Seluruhnya diletakkan didalam satu blok.

Sementara itu, untuk melakukan pengawasan terhadap narapidana teroris, pihaknya memberikan pengawasan khusus kepada mereka. a�?Kita berikan pengawasan khusus. Untuk mengantisiapasi adanya paham yang mereka sebarkan didalam lapas,a�? ungkapnya.

Dari pantauan dilapangan, mereka terlihat ikut berbaur juga dengan narapidana lainnya. Kedekatan dengan narapidana lainnya tidak terlalu signifikan.

a�?Mereka berbaur karena itu sudah sifatnya manusiawi. Yang terpenting adalah memberikan pengawasan khusus. Itu saja,a�? pungkasnya. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka