Ketik disini

Headline Kriminal

Dinas Anggap Tak Bermasalah, Polisi Jalan Terus

Bagikan

MATARAM – Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, Husni Fahri menganggap pengadaan mesin pemipil jagung sudah sesuai dengan prosedural. Sehingga, proyek tersebut dianggap tidak bermasalah.

a�?Memang pengadaan itu menggunakan E-Katalog dan sudah memenuhi prosedural,a�? kata Husni Fahri saat ditemui di ruangannya, kemarin.

Ketika Husni ditanyakan terkait dengan keadaan mesin yang tidak bisa hidup, Husni mengaku sudah turun ke lapangan. Dan dari hasil temuannya itu, tidak pernah menemukan mesin yang dibagikannya itu mati.

a�?Saya sudah cek langsung di lapangan dan menemui para kelompok tani,a�? jawabnya dengan nada meninggi saat ditemui Lombok Post, kemarin (1/7).

Husni memaparkan,A� para petani yang mengeluhkan hasil kerja mesin tersebut dikarenakan kurang pendampingan dari teknisi. Untuk itu, pihaknya akan mendatangkan teknisi untuk memberikan penjelasan sistem kerja kepada kelompok tani.

A�a�?Kita sudah jadwalkan untuk pendampingan penjelasan sampai tanggal 23 juli,a�? ungkapnya.

Husni menjelaskan, kurangnya maksimalnya hasi mesin pemipil jagung dikarenakan kualitas dan kondisi jagung. Sehingga, jagung tersebut jika dimasukkan ke dalam mesin akan hancur.

a�?Untuk itu perlu adanya pendampingan,a�? ungkapnya.

Sementara itu, dari hasil penelusuran koran ini, sabtu (18/6) mendapatkan satu mesin pemipil jagung milik kelompok tani Mekar Sari II, Desa Sesait Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU), Rusdi tak bisa hidup. Sehingga, sampai saat ini, mesin tersebut kini hanya menjadi pajangan.

a�?Saya meminta dinas pertanian untuk menarik mesin ini,a�? ungkap pimpinan kelompok tani mekar sari II, Rusdi kala itu.

Rusdi menerangkan, pada saat dibagikan melalui dinas pertanian kabupaten, tidak ada pendampingan sistem kerja mesin tersebut.

Seharusnya, mesin yang dibagikan kepada petani harus diperiksa terlebih dahulu penggunaannya. Agar mesin tersebut jelas. Apakah bisa hidup atau tidak.

a�?Ini tidak. Jangankan dapat melihat hasil kerja mesin. Pendampingan saja tidak kita dapatkan,a�? ungkapnya.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda NTB AKBP Anom Wibowo mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan dalam kasus pengadaan alat pemipil jagung tersebut.

a�?Kasus ini masih dalam penyelidikan. Jadi, biarkan tim bekerja dulu,a�? ungkapnya.

Diketahui, mesin tersebut dibagikan oleh Dinas Pertanian melalui dana hibah Kementrian Pertanian. Dinas Pertanian membeli banyak mesin dengan Merk Ishoku. Dengan harga Rp 22,7 juta perunit. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka