Ketik disini

Selong

Rela Antri Lama Demi Bagi Kebahagiaan di Kampung Halaman

Bagikan

Jelang Lebaran, masyarakat Lombok Timur terbiasa menukarkan uang pecahan kecil di bank. Uang tersebut untuk dibagikan di kampung halaman. Namun untuk mendapatkannya butuh perjuangan yang tak mudah.

***

WAKTU baru menunjukkan pukul 09.00 Wita, ketika parkiran BRI Selong tampak penuh sesak. Bank yang terletak di simpang empat utama Selong itu menjadi salah satu yang difavoritkan. Tumpukan kendaraan bermotor itu menunjukkan jumlah pengunjung yang tentu tidak sedikit. Benar saja, beranjak beberapa meter dari area parkir, sejumlah nasabah tampak sudah membludak. Penuh hingga ke teras luar.

Kemarin adalah hari terakhir bank-bank buka secara reguler. Selanjutnya tutup, ditambah libur panjang selama sepekan, transaksi baru normal kembali selepas 11 Juli. Tak heran begitu banyak warga yang memanfaatkan momen terakhir bank beroperasi tersebut. Beragam transaksi dilakukan. Salah satu diantara yang mendominasi adalah melakukan penukaran uang pecahan besar dengan yang lebih kecil. a�?Maaf pak, pecahan Rp 5000 habis,a�? kata seorang security ramah.

Banyak yang kecewa hari itu. tak ada lagi uang kecil. Hanya pecahan Rp 20.000 keatas yang tersisa. Padahal masyarakat umumnya mencari pecahan kecil mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 1.000. semua karena kebiasaan yang sejak lama sudah ada di tengah masyarakat Gumi Selaparang. a�?Untuk bagi-bagi hol (hadiah,red),a�? kata Yuni Herawati, salah seorang nasabah yang jauh datang dari Masbagik.

Membludaknya masyarakat yang hendak menukarkan uang juga tampak di Bank NTB Selong. Di sana bahkan area parkir meluber hingga pinggir jalan. sangat padat, beberapa nasabahpun harus rela menunggu di luar. Menunggupun tidaklah sebentar. Jauh lebih lama ketimbang hari biasa. a�?Sudah hampir dua jam,a�? kata Sirojudin, yang tampak sabar menunggu.

Bahkan hingga sore kemarin, detik-detik jelang penutupan bank, antrian tampak masih cukup banyak. Semua pengorbanan itu rela dilakukan demi keluarga di kampung halaman saat Lebaran mendatang. Biasanya para orang tua yang dianggap sudah lebih mapan akan membagikannya pada anak-anak. Namun tak terbatas kalangan muda saja, para orang tua di kampung juga menunggu saat itu. mereka menanti hol dari keluarganya yang lama tak pulang.

a�?Walaupun tak banyak, tapi sudah jadi kebiasaan, bagi bagi uang di desa,a�? kata Rifai yang kala itu menggenggam sebendel uang pecahan Rp 5.000 baru. (WAHYU PRIHADI/Selong)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka