Ketik disini

Bima - Dompu

Terpidana Korupsi Tak Dapat Remisi

Bagikan

KOTA BIMAA�– Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Bima mendapat berkah di hari raya idul fitri. Sekitar 36 orang mendapat remisi khusus idul fitri. Tiga warga binaan langsung dinyatakan bebas. Namun, terpidana korupsi tidak satu pun mendapat remisi.

Kepala Rutan Bima A Khaliq mengatakan, ada 36 warga binaan yang dapat remisi. Satu orang mendapat remisi khusus sehingga langsung dibebaskan. Sementara dua lainnya mendapatkan remisi pembebasan bersyarat.

a�?Tiga warga binaan bebas,a�? katanya, Rabu (6/7).

Menurut dia, remisi khusus ini diberikan bagi tahanan yang telah vonis enam bulan sebelum hari raya idul fitri. Remisi yang diterima warga binaan ini maksimal satu bulan dan minimal 15 hari.

a�?Ada beberapa warga binaan yang tidak bisa mendapatkan remisi,a�? sebutnya.

Warga binaan yang tidak kebagian remisi, kata dia, yakni terpidana kasus narkoba yang vonis di atas lima tahun penjara. Terpidana kasus korupsi yang tidak membayar kerugian negara, terpidana kasus terorisme, dan peladangan liar.

a�?Tidak ada kriteria khusus untuk mendapatkan remisi. Semua warga binaan berhak mendapatkannya. Kecuali mereka yang terlibat kasus terorisme dan juga peladangan liar,a�? tandasnya.

Sementara, warga binaan Lapas Kelas IIb Dompu yang mendapat remisi sebanyak 137 orang. Satu tahanan bernama Dady langsung bebas.

Menurut Kalapas IIb Dompu Syarif Hidayat, remisi yang diterima 137 warga binaan bervariasi. Sebanyak 46 orang mendapatkan remisi 15 hari. Sementara, sebanyak 78 orang mendapat pemotongan masa tahanan satu bulan. Sisanya mendapatkan remisi satu bulan 15 hari.

a�?AdaA� tiga orangA� yang bebas murni sehari sebelum lebaran idul fitri,a�? jelas Syarif.

Ia mengungkapkan, pihaknya mengusul warga binaan yang mendapat remisi 164 orang. Namun Kemenkumham hanya merestui 137 orang. a�?Warga binaan yang mendapatkan remisi langsung bebas, diharapkan bisa mengambil hikmah selama berada di Lapas,a�? harap dia.

Selama menjalani hukuman, sambung dia, warga binaan dibekali dengan pembinaan agama, kepribadian, dan keterampilan. a�?Semoga itu bisa menjadi bekal mereka di tengah masyarakat dan keluarganya,a�? tambah dia.

Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Sumbawa tidak semua mendapatkan remisi khusus. Warga binaan yang tersangkut kasus narkoba, korupsi, dan kasus dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara tidak diperkenankan mendapat remisi khusus. Sebab, mereka harus membayar uang pengganti dan denda terlebih dahulu.

a�?Mereka harus membayar lunas terlebih dahulu baru mendapat remisi khusus,a�? kata Kasi Binadik Lapas Sumbawa M Saleh.

Saleh mengungkapkan, jumlah penghuni Lapas Sumbawa sebanyak 316 orang. Sekitar 221 warga binaan dan 95 orang tahanan. Namun yang mendapatkan remisi khusus (RK) sebanyak 155 orang.

Remisi khusus ini diberikan kepada warga binaan pada hari raya keagamaan. Mereka yang berhak mendapatkan remisi ini yakni warga binaan yang telah menjalankan enam bulan masa hukumannya. Selain itu, warga binaan juga harus berkelakuan baik untuk mendapatkan remisi ini.

Remisi yang diberikan jumlahnya bervariasi. Yakni 1,5 bulan, 1 bulan, dan 15 hari. a�?Khusus untuk waga binaan yang pertama kali mendapatkan remisi, diberikan remisi 15 hari,a�? ujarnya.

Ia memaparkan, pemberian remisi ini didominasi warga binaan yang tersangkut kasus pencurian. Penerima remisi ini, sebenarnya ada satu orang warga binaan yang langsung bebas.

a�?Yang bersangkutan ternyata lebih dulu bebas karena mendapatkan cuti bersyarat,a�? pungkas dia. (yet/jw/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka