Ketik disini

Politika

Hanura Tak Mau Buru-Buru

Bagikan

MATARAM – Partai Hanura tidak ingin terburu-buru menentukan sikap politiknya untuk pilkada serentak 2018. Ketua DPD Partai Hanura NTB H Mudahan Hazdie mengatakan, partainya punya mekanisme dan strategi tersendiri dalam menjaring calon kepala daerah.

“Waktunya masih lama, jadi kami belum menentukan sikap politik,” kata Mudahan kepada Lombok Post, kemarin (10/7).

Sebagai partai yang menguasai lima kursi di DPRD NTB, pihaknya cenderung memperkuat internal partainya. Terlebih Hanura belum melaksanakan Musyawarah Cabang di NTB.

Mudahan menegaskan, partainya tetap memantau perkembangan politik di NTB sembari menyiapkan kader-kader terbaiknya.

Dia menilai, Partai Hanura di NTB sangat berpotensi ikut bertarung dalam pilkada serentak 2018. Konsetuen yang tersebar di seluruh NTB membuatnya optimistis dapat memengaruhi politik 2018.

“Saya kira Hanura juga punya banyak kader potensial yang dapat diusung pada 2018, kita lihat saja nanti bagaimana perkembangan politiknya,” tegasnya.

Disinggung mengenai kemunculan sejumlah nama calon terutama untuk Gubernur NTB, Mudahan menyatakan itu bagian dari dinamika politik.

Termasuk munculnya nama H Sunardi Ayub yang juga politisi Partai Hanura. Menurut dia, sejauh ini belum ada pembahasan serius terkait siapa kandidat yang diunggulkan partainya.

Secara normatif Hanura menginginkan pemimpin yang sesuai dengan platform dan cita-cita luhur pendiri bangsa yakni rakyat sejahtera. “Semua itu tentu melalui pembahasan-pembahasan resmi serta mengacu pada aturan main Partai Hanura,” paparnya.

Hingga saat ini sejumlah nama bakal calon Gubernur NTB bermunculan dengan beragam strategi yang dimainkan. Diantaranya, mantan Danrem 162 WB Lalu Rudi Irham Srigede, Ketua DPD Partai Golkar NTB H Suhaili FT, politisi Partai Hanura H Sunardi Ayub, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, anggota DPD RI Hj Robiatul Adawiyah, mantan Bupati Sumbawa Barat KH Zulkifli Muhadli, pencetus calon independen Lalu Ranggalawe.

Belakangan sejumlah nama tokoh lainnya juga disebut-sebut berpotensi maju dipilkada Gubenur dan Wakil Gubernur NTB menggantikan pasangan TGB H M Zainul Majdi – H Muhammad Amin.

Mereka adalah H Ahmad Rusni yang merupakan pengusaha properti, H Muhammad Amin yang kini menjabat Wakil Gubernur NTB, mantan Bupati Sumbawa H Jamaludin Malik, danA�anggota DPD RI H Lalu Suhaimi Ismy.

Tidak hanya itu, nama Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H Rosiyadi Sayuti juga disebut berpotensi bertarung di pilkada NTB 2018 sebagai bakal calon gubernur. (tan/r9)A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka