Ketik disini

Metropolis

Kinerja Dishubkominfo Paling Jeblok

Bagikan

MATARAM – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram menjadi dinas paling jeblok. Sebab dari semua SKPD, hanya Dishubkominfo yang realisasi pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2015 paling rendah.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram Misban Ratmaji. Ia mengatakan, terhadap LKPJ wali kota 2015 pihaknya mempertanyakan beberapa hal, terutama masalah target PAD. Ada beberapa SKPD yang tidak bisa mencapaiA� target. Paling rendah adalah Dishubkominfo Kota Mataram.

“Dari target Rp 3,5 miliar kok cuma 80 persen,” kata Misban.

Secara umum banyak SKPD yang melampaui target PAD tetapi yang menjadi pertanyaan dewan adalah kenapa ada dinas yang realisasi PAD-nya buruk. Sehingga perlu dilakukan evaluasi. Dewan sendiri ingin mengetahui penyebab jebloknya realisasi PAD, sebab di sisi lain ada dinas yang justru melampaui target meski jumlah yang dibebankan lebih besar.

Misalnya Dinas Pendapatan yang mencapai 104 persen dari target Rp 64 miliar. Juga dinas kebersihan juga 104 persen dari target Rp 4 miliar. Sementara Dishubkominfo hanya Rp 3,5 miliar, realisasi hanya 88 persen. Rendahnya realisasi PAD menjadi salah satu tolak ukur buruknya kinerja SKPD tersebut.

“Kita minta pertanggungjawabannya nanti, dimana laporan yang minus?” ujarnya.

Terkait hal ini, Kepala Dishubkominfo Kota Mataram H Khalid menerangkan, tidak tercapainya realisasi PAD 100 persen bukan karena kinerja yang rendah. Bahkan ia mengklaim bahwa tren realisasi PAD terus meningkat dari tahun ke tahun. Hanya saja, pada tahun 2015 target pendapatan dari tower mengalami penurunan dengan adanya peraturan baru dari pusat.

“Ini yang membuat realisasi hanya 80 persen sekian,” jelasnya.

Sementara di sektor lain menurutnya sudah tidak ada masalah seperti retribusi parkir di tepi jalan umum. Tidak ada masalah, bila tidak ada aturan dari pusat yang mengatur masalah tower ia optimis pendapatan akan mencapai target. “Jadi bukan karena kinerja,” tegasnya. (ili/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka