Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Kurs Rupiah di Zona Nyaman

Bagikan

MATARAM – Rupiah terus menunjukkan ototnya. Di pasar spot, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat 0,55 persen menjadi Rp 13.107. Serupa, valuasi rupiah di kurs tengah Bank Indonesia (BI) terkerek 0,45 persen dalam sepekan ke level Rp 13.112 per USD.

Pengamat Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mataram M Firmansyah menjelaskan, pergerakan positif mata uang rupiah setelah libur Lebaran lantaran mendapat dorongan dari pengesahan Undang-Undang (UU) Tax Amnesty pada 28 Juni 2016 lalu. Ditambah inflasi Juni Indonesia di angka 0,66 persen dan NTB 1,08 persen menjadi kabar positif.

a�?UU Tax Amnesty jika efektif, dapat menarik hati pengemplang pajak menyimpan uangnya di tanah air, tentu akan memperkuat posisi rupiah,a�? katanya, kemarin (12/7).

Ia menambahkan, secara fundamental rupiah terlihat lebih perkasa dibandingkan mata uang regional lain. Pergerakan rupiah seiring mata uang Asia yang menguat, lantaran didukung oleh optimisme stimulus ekonomi China.

a�?Jika melihat asumsi kurs dalam APBN, angka tersebut cukup baik,a�? tambahnya.

Selain itu, dorongan penguatan lantaran angka inflasi yang sesuai proyeksi, cadangan devisa, dan neraca perdagangan masih ada di level aman.

Firmansyah memprediksi, pergerakan rupiah sampai akhir tahun berpeluang menguat. Namun tidak signifikan. Penguatan yang terlalu tajam malah beresiko mengusik posisi neraca perdagangan.

Menurutnya, jika kondisi kurs rupiah terlalu menguat juga kurang bagus untuk kinerja ekspor. Apalagi bila menyentuh Rp 14 ribu per USD, tentu menjadi lampu kuning bagi pemerintah. Karena akan merongrong daya beli ekonomi masyarakat.

a�?Saya pikir, otoritas moneter tidak akan membiarkan kurs terlalu kuat ataupun lemah sekali,a�? tegas Firmansyah.

a�?Jika dibiarkan tentu akan mengurangi daya saing di pasar ekspor,a�? tambahnya. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka