Ketik disini

Giri Menang

Penertiban PKL Nyaris Ricuh

Bagikan

GIRI MENANG – PenertibanA� Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL)A� di timur jalan raya TGH Ibrahim Al Khalidi, Kediri nyaris ricuh, kemarin (12/7). PKL memprotes penertiban yang dinilai berat sebelah. Sebab PKL sebelah barat tidak ditertibkan.

Kepala Satpol PP Lobar, melalui Kasi Pengembangan Kapasitas M Zuhri menegaskan, penertiban tidak hanya bagi PKL yang berjualan diatas trotoar. Namun juga menyeluruh termasuk toko yang melanggar.

“Ini tidak ada pengecualian, pokoknya trotoar harus bersih baik siang atau malam. Trotoar dikembalikan kepada fungsinya,” kata M Zuhri saat ditemui terpisah di depan Kantor Camat Kediri.

Untuk mewujudkan itu semua, puluhan personel Satpol PP diterjunkan untuk melakukan penertiban kepada para pedagang. Rencananya itu akan dilakukan secara terus menerus. Satpol PP akan tetap turun patroli setiap hari.

“Kita ingin jalan raya bersih dan nyaman. Masyarakat sudah banyak yang sadar, lambat laun saya yakin mereka akan memahami betapa pentingnya trotoar bagi kepentingan bersama,” jelasnya.

Disinggung masih adanya PKL yang berjualan disepanjang jalan raya tersebut, Zuhri menegaskan baru akan diusulkan regulasinya. Satpol PP berencana akan mengusulkan adanya Perbup.

“Intinya bahwa peraturan itu harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” pungkasnya.

Di lain pihak, para PKL mengaku tidak puas dengan penertiban tersebut. Mereka meminta Satpol PP tidak tebang pilih dalam penertiban. Hal tersebut tentu menimbulkan kecemburuan di kalangan PKL.

“Ini sudah menjadi kesepakatan bersama, kalau trotoar harus bebas dari PKL. Berarti ini harus ditaati bersama,” jelas Abah Uja (48) seorang PKL yang ditertibkan Satpol PP Lobar.

Ia juga mempertanyakan larangan berjualan di atas trotoar tersebut. Sebab ia menyaksikan sendiri ketika sore hari sejumlah pedagang seperti bebas berjualan.

“Kalau ada batas waktunya, berarti harus disosialisasikan. Kalau larangan itu mutlak harus ditegakkan,” katanya.

Hal yang tidak jauh berbeda juga diungkapkan PKL jalan raya lainnya. Mereka mempertanyakan ketegasan Satpol PP dalam menertibkan yang berjualan diatas trotoar.

Mereka menuturkan, pada sore hari masih terdapat penjual yang menggelar dagangannya di atas trotoar. Namun hal tersebut tidak ditertibkan. Ini akan menjadi tanda tanya besar bagi PKL lainnya.

“Jangan sampai pemodal kecil ditertibkan, yang besar malah dipelihara,”A� sindir seorang PKL yang minta tidak disebut namanya.

Ia juga mempertanyakan kebijakan yang dibuat Pemda. Hal ini dinilai merugikan masyarakat kecil. Sebab hal ini memutuskan sumber pencaharian mereka. “Masak mau mematikan usaha rakyat kecil,” tandasnya. (fer/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka