Ketik disini

Metropolis

Catat, Ini Tidak Dikomersilkan!

Bagikan

MATARAM – Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram, H Kemal Islam menepis anggapan reklame mini yang dibangun dinasnya tidak diminati pengusaha. a�?Itu kan bukan untuk dikomersilkan,a�? kilahnya.

Menurutnya, reklame itu merupakan faslitas gratis yang memang disediakan bagi para pengusaha yang membutuhkan plang penunjuk arah lokasi mereka. a�?Nggak, bukan begitu. Itu plang penunjuk arah kok, banyak (yang berminat pasang). Kan itu juga gratis,a�? dalih Kemal.

Selama ini, lanjut Kemal, para pengusaha memasang sendiri plang penunjuk arah lokasi usaha mereka. Jika dalam satu gang atau jalan ada puluhan perusahaan, maka di persimpangan jalan, akan terpasang puluhan tiang penunjuk arah. Sehingga bukannya mempercantik kota, malah membuatnya terlihat semrawut.

a�?Itu kita siapkan memang untuk itu (penunjuk arah). Terlalu kecil kalau untuk promosi usaha,a�? imbuhnya.

Para pengusaha dipersilakan mengurus penggunaan plang itu dengan menghubungi BPMP2T. Sehingga nanti dengan mudah memanfaatkan fasilitas itu untuk menunjukan lokasi usaha mereka.

Ia beralasan plang itu belum digunakan hingga saat ini karena memang harus menertibkan dulu penunjuk arah yang lama. a�?Ini kan kita baru masuk, ya tunggu lah Agustus baru bisa efektif semua,a�? janjinya.

Saat ini, proses pendataan masih dilakukan sembari terus menunggu pengusaha lain datang ke BPMP2T untuk mendaftarkan diri. Koordinasi terus dilakukan dengan BPMP2T, untuk mengetahui mana saja reklame yang belum memperpanjang izin reklamenya.

a�?Kami terus berkoordinasi dan jalan (pengawasan),a�? tandasnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T), Cokorda Sudira Muliarsa, juga menegaskan tidak benar jika reklame itu tak ada peminat. Sayangnya, ia tak bisa merinci sejauh ini sudah berapa penguasaha yang tertarik mempromosikan usahanya melalui reklame bersama itu.

a�?Datanya di kantor, besok ya (hari ini),a�? tandasnya. (cr-zad/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka