Ketik disini

Selong

Khairul Ihwan, Guru SMK Penemu Ragam Teknologi Tepat Guna (1)

Bagikan

Menjadi guru adalah panggilan jiwanya. Namun menjadi penemu dan penciptalah yang menjadi pekerjaan lain dari M Khairul Ihwan. Guru SMKN 1 Selong, Lombok Timur ini sukses dengan bengkelnya di Pringgajurang yang dihajatkan untuk praktek siswanya dan membantu masyarakat sekitar.

WAHYU PRIHADI, Selong.

Dibalik suasana lengang jalan di Pringgajurang, Montonggading berdiri sebuah bengkel fabrikasi yang tampak cukup besar. Bengkel Ondak Jaya, begitulah plang besar yang tertulis di depan bengkel tersebut. Memasuki area bengkel, tampak jelas sejumlah pekerja yang sibuk dengan urusannya masing-masing.

Beberapa tampak masih sangat muda. Remaja usia belasan. Mereka itulah murid-murid SMK yang sedang magang di sana. Ada juga sejumlah pekerja yang tampak sudah berumur. Semua bekerja dengan cekatan. a�?Inilah bengkel tempat saya bekerja,a�? kata M Khairul Ihwan, sang pemilik.

Pria berkulit putih itu sebenarnya berprofesi sebagai guru. Keberadaan bengkel miliknya itu merupakan jawaban atas kegelisahannya. Dahulu, ia kerap kesulitan untuk melakukan transfer ilmu pada murid-muridnya di SMKN 1 Selong. Belajar di kelas saja dianggap tak cukup oleh guru bergelar S2 dari UGM tersebut. Muncullah ide membuat bengkel untuk memfasilitasi siswa. a�?Supaya bisa belajar secara nyata di sini,a�? katanya.

Tak hanya siswanya saja yang dibantu. Sebagai warga asli Pringgajurang, semangat membangun desanya sangatlah besar. Dia lantas juga menghajatkan bengkelnya itu untuk membantu warga setempat. Magister Sistem Teknik itu lantas mendidik sejumlah anak putus sekolah dan mantan TKW. Semua diberi keterampilan. Diajar cara menciptakan mesin. Tujuannya satu, melihat ada perubahan ke arah yang lebih baik.

Bengkelnya itu oleh M Ihwan sengaja dihajatkan untuk menciptakan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam bidang pertanian. Alasannya sederhana, ingin membantu para petani dan peternak yang banyak tersebar di seantero Lombok.

Kini, baru setahun memiliki bengkel, ia sudah mulai mengibarkan bendera Ondak Jaya. Tahun pertamanya saja, tak kurang dari 100 mesin diciptakan. Semua laku terjual. Dengan harga yang jauh lebih murah dari produk sejenis yang sudah lebih dulu beredar di pasaran. Tapi tetap dengan kualitas yang sangat terjamin. a�?Supaya petani tidak terlalu terbebani harga yang mahal,a�? katanya menjelaskan menjual dengan harga sangat terjangkau.

Kini di tahun keduanya ia sudah bisa membuat banyak mesin TTG yang selama ini kerap diimpor Indonesia. Sebuat saja mesin pencuci telur, mesin penggiling gabah, mesin parut lkelapa, pemipil jagung, penggiling kopi,A� dan banyak lagi.

Bukti hasilnya yang diakui, ia kini bisa memasarkan hingga berbagai nusantara. Pasar Sumbawa sudah dirambahnya. Diluar itu, Bali, Jawa dan Sulawesi juga sudah menggunakan produk Made in Pringgajurang itu. a�?Ini mesin buatan tangan-tangan anak desa Suku Sasak,a�? katanya penuh kebanggaan. (bersambung/r3).

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka