Ketik disini

Headline Metropolis

Lebaran Topat di Mataram, Nyaris tanpa Terobosan

Bagikan

MATARAM – Pelaksanaan Lebaran Topat di Kota Mataram kemarin (13/7) begitu meriah. Sejak pagi hingga petang, event tahunan ini dilaksanakan warga di sejumlah titik. Mulai dari masjid, makam hingga pantai.

Meski begitu, Lebaran Topat nyaris tak ada perubahan. Bertahun-tahun, kondisinya hampir sama. Tidak ada terobosan dari pemerintah dalam mengemas momen besar ini. Tak ayal, wisatawan mancanegara kurang melirik. Apalagi datang untuk menyaksikan.

Hanya warga lokal yang terlihat memadati makam dan tempat wisata. “Kami datang ke sini bersama keluarga. Ini merupakan tradisi tahunan kami merayakan lebaran topat dengan berziarah ke makam,” kata Lutfi, warga asal Jonggat Lombok Tengah yang datang berziarah ke makam Loang Baloq.

a�?Kami mencari berkah dengan berdoa kepada Allah melalui wasilah makam ini,a�? sambungnya.

Dari pantauan Lombok Post, warga Mataram awalnya melaksanakan perayaan lebaran topat di masjid lingkungan sekitar masing-masing. Di sana mereka berdzikir dan menggelar tausiyah sambil bersilaturahmi.

Setelah turun dari masjid, baru kemudian warga mengunjungi makam untuk berziarah. Makam Bintaro dan Loang Baloq menjadi lokasi yang paling banyak dikunjungi.

Khusus makam Loang Baloq, selain warga dari Mataram, warga dari Lombok Tengah, Lombok Timur maupun Lombok Barat memadati area makam ini. Mereka datang dengan rombongan keluarga menggunakan mobil angkutan penumpang hingga angkutan barang. Kendaraan mereka parkir berjejer rapi dari depan makam Loang Baloq hingga area jalan sekitar Pantai Gading.

Saking membludaknya pengunjung, sejumlah area yang sebelumnya bukan tempat parkir mendadak jadi area parkir. Selain dipadati oleh warga yang ingin berziarah ke makam, area di sekitaran Makam Loang Baloq dan Pantai Gading juga dipadati oleh warga yang ingin rekreasi di pantai bersama keluarga.

Di lokasi area Taman Loang Baloq, Pemerintah Kota Mataram juga menggelar kegiatan perayaan Lebaran Topat bersama masyarakat. Lokasi taman yang semula bakal dihadiri Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana kemarin dihadiri oleh Plt Sekda Kota Mataram H Efendi Eko Sawito. Mohan dikabarkan sakit.

“Kami mengalihkan pelaksanaan perayaan lebaran topat di area Taman Loang Baloq bukan di makam agar tidak mengganggu para peziarah makam,” kata Lurah Kekalik Jaya selaku ketua panitia perayaan Lebaran Topat di Loang Baloq.

Sementara Wali Kota H Ahyar Abduh sendiri menghadiri perayaan Lebaran Topat di Makam Bintaro. Menurut Ahyar, perayaan Lebaran Ketupat seperti saat ini adalah produk tradisi. Karena itu, sudah semestinya dilestarikan, diperkuat dan didukung.

a�?Inilah budaya dan tradisi kita. Budaya yang lahir dan tubuh dari kreasi masyarakat setempat, memeriahkan kemenangan terutama bagi yang melanjutkan puasa enam hari setelah lebaran Idul Fitri kemarin,a�? ulasnya.

Kedepannya, lanjut Ahyar pemerintah komitmen untuk mulai membangun sektor pariwisata. Khususnya terkait penyediaan fasilitas yang memdai. Dirinya melihat, potensi Kota Mataram, selain sektor Jasa dan Perdagangan, Kota Mataram bisa melirik Pariwisata untuk menggenjot citra daerah. Caranya, dengan mulai melakukan pemugaran dan perbaikan situs-situs sejarah dan arena wisata yang mendapat atusiasme tinggi dari masyarakat.

a�?Saya melihat tadi ada beberapa yang tahun depan harus kita tata kembali, seperti lahan untuk parkir, tembok, paving block sudah mulai rusak, jadi kita akan memprogramkan untuk lebih melengkapi fasilitas yang ada,a�? janjinya.

Fasilitas seperti Informasi Touris, Musalla, MCK harus menjadi proyeksi pembangunan tahun depann. Sehingga, Kota Mataram tidak lagi menjadi tujuan alternatif, tetapi tujuan utama wisata realigi.

Usai mengikuti Perayaan Lebaran Ketupat, Wali Kota kemudian bergerak menyisir sepanjang pantai Ampenan. Memantau dan mengawasi ribuan pengunjung yang memadati garis pantai. Baik dengan melihat di darat, atau menggunakan fast boat.

Sementara laporan sementara hingga berita ini diturunkan, aktifitas berliburan di sepanjang pantai Ampenan, dari Bintaro hingga Pantai Gading, Zero Accident (kecelakaan nol, Red).

a�?Sampai siang ini, belum ada laporan apapun, semua bisa berlibur dengan baik dan tenang,a�? kata Kepala BPBD Kota Mataram, H Supardi.

Tim yang diterjunkan sejauh pantauan Lombok Post di lapangan, memang cukup memadai. Aparat gabungan dari TNI dan Polisi juga tampak ikut bersiaga menjaga keamanan dan ketertiban.

Sementara, untuk keamanan wisatawan di sepajang pantai, BPBD Kota bersinergi dengan Basarnas, Tagana, Dinas Keluatan, Pertanian dan Perikanan, RAPI, ORARI dan semua elemen.

a�?Jumlah itu cukup memadai untuk mengawasi semua pengunjung dan bergerak cepat jika terjadi sesuatu,a�? imbuhnya.

Sementara itu, Plt Sekda Kota Mataram H Efendi Eko Saswito meminta Kepala Disbudpar Kota Mataram H Abdul Latif Nadjib yang hadir bisa membaca potensi perayaan lebaran topat.

“Ini kan banyak dihadiri oleh tamu luar. Ini harus bisa dikelola sendiri oleh Pemerintah Kota Mataram. Kita harus bisa menyiapkan akomodasi dan mengoptimalkan sarana rekreasi dan tradisi yang setiap tahun dilaskanakan ini,” katanya.

“Ada baiknya kita memikirkan event Lebaran Topat ini sebagai event besar. Bahkan event nasional. Karena ini akan menjadi potensi wisata religi dan mendukung wisata halal di Pulau Lombok,” sambung Eko. (ton/cr-zad/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka