Ketik disini

Headline Selong

Paket Lebaran Lotim Tinggal Kenangan

Bagikan

SELONG – Paket Lebaran yang dihajatkan untuk membantu fakir miskin di Lombok Timur (Lotim) kini tinggal kenangan. Sepekan berlalu setelah Lebaran Idul Fitri, kejelasan penyaluran paket makin sumir.

Tumpukan kardus yang sempat memenuhi Gedung Wanita, Selong sejak kemarin juga menghilang entah kemana. a�?Dipindahkan ke mini mol Selong,a�? kata penjaga setempat.

Lombok Post yang coba menelusurinya mendapati hasil nihil. Tak ada apapun di sana. Padahal sebelumnya tersiar kabar sarung yang menjadi salah satu item paket yang disalurkan sudah tiba.

Menanggapi hal tersebut, Kabag Humas Pemerintah Lotim Ahmad Subahan mengatakan Bagian Kesra yang mengurusi hal itu sednag melakukan kajian.

a�?Langkah dan sanksi apa yang hendak diambil, itu sedang diperhitungkan,a�? ujarnya.

Dengan keadaan saat ini, ia mengatakan sudah jelas pemenang tender tak bisa memenuhi kesepakatan sesuai target.

Rencana awal penyaluran bantuan sebelum lebaran untuk 80 ribu warga miskin Gumi Selaparang agar mereka terbantu jelang hari raya. a�?Ya pasti ada sanksi,a�? tegasnya.

Ditanya mengenai kemungkinan blacklist terhadap dua rekanan tersebut, ia mengatakan bisa saja dilakukan. Namun ia mengatakan fokus kini ada pada recana untuk tetap mengadakan bantuan tersbeut.

Menurutnya, sesuai nama, program pengadaan sandang pangan untuk masyarakat miskin 2016 itu sebenarnya bisa dilakukan kapan saja.

a�?Mungkin nanti kita tender ulang,a�? jelasnya memastikan program tetap berlanjut.

Asisten Dua Bidang Ekonomi Pembangunan Nuso Pranoto memiliki pandangan berbeda terkait sanksi yang harus diberikan. Secara pribadi, ia berharap ada sanksi lebih selain sekadar blacklist.

Pasalnya meskipun nantinya sudah ditandai sebagai perusahaan yang tidak laik lagi mengikuti lelang proyek, bisa saja si pengusaha berganti nama. Dengan demikian kembali bisa menang dan juga kembali berpeluang merugikan banyak pihak.

a�?Harusnya ada mekanisme yang lebih dari sekadar blacklist,a�? ujarnya.

Kedepan hal ini menurutnya harus menjadi pembelajaran. Bahkan jika memungkinkan ada aturan lebih tegas terhadap pelanggar kontrak. a�?Misalnya dipidanakan,a�? tegasnya. (yuk/r3)

Komentar

Komentar