Ketik disini

Giri Menang

Pengunjung Bisa Dibikin Lupa Wisata Pantai

Bagikan

Bila berkunjung ke TWA Kerandangan, lupakan sejenak wisata pantai. Tempat ini menyajikan pesona hutan tropis khas Indonesia. Menjadi habitat alami satwa liar.

***

Daya tarik TWA Kerandangan tidak saja destinasi air terjun. Hutan dengan rimbunan pohonnya sering menarik wisatawan untuk berkunjung.

Pemandangan serta kondisi alam yang masih terjaga, jadi rumah ideal bagi satwa liar. Koordinator Pos TWA Kerandangan Wayan mengakui hal tersebut. Beberapa di antaranya bahkan merupakan satwa langka dan dilindungi.

a�?Ada burung koak kiao, celepuk rinjani, sampai kupu-kupu raja jenis troides helena, masuk dalam kategori hewan dilindungi,a�? kata Wayan.

Menjaga habitat dan alam TWA Kerandangan tentu menjadi tugas Wayan bersama polisi hutan lainnya. Patroli rutin, menyisir titik-titik rawan penjarahan hutan, dilakukan mereka. Bahkan, tak jarang mereka harus tidur di tengah hutan.

Tetapi, jangan bayangkan perlengkapan lengkap camping seperti tenda digunakan Polhut untuk nginap di dalam hutan.

Sejumlah Polhut terkadang hanya memakai sleeping bag dan jaket untuk mengusir hawa dingin hutan Kerandangan. Logistik yang dibawa pun ala kadarnya.

a�?Patrolinya biasa tiga hari, kadang lebih, tergantung kebutuhan,a�? ungkap dia.

Lebatnya hutan Kerandangan tentu harus dijaga dari tangan-tangan usil. Apalagi hutan tersebut, lanjut Wayan, menjadi tempat berkumpul sejumlah satwa liar yang langka dan dilindungi.

Selain untuk menjaga satwa dan alam TWA Kerandangan, patroli yang dilakukan Polhut bertujuan memberi kenyamanan bagi wisatawan yang datang. Sebab tak jarang jalur trekking yang dilalui pengunjung, terhalang ranting atau pohon yang tumbang.

a�?Tugas kita juga seperti itu. Mengecek kalau ada pohon yang tumbang, melintang di jalur trekking, langsung kita potong,a�? terangnya.

Berbicara mengenai potensi kawasan, yang menonjol adalah kupu-kupu. Wayan mengatakan, spesies kupu-kupu mencapai 40 jenis yang hidup di dalam TWA Kerandangan.

Di antara 40 spesies tersebut, salah satunya merupakan kupu-kupu langka yang dilindungi undang-undang, yakni kupu-kupu raja berjenis troides helena.

Karena banyaknya spesies kupu-kupu, petugas membangun sebuah demplot penangkaran kupu-kupu.

Menurut Wayan, demplot penangkaran tersebut bertujuan sebagai sarana konservasi dan pemanfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Hanya saja, karena keterbatasan dana dan pengetahuan, demplot penangkaran akhirnya tak bisa dimaksimalkan.

a�?Sempat berjalan, tapi karena keterbatasan, butuh keahlian, akhirnya berhenti dulu,a�? kata Wayan. (Wahidi Akbar S/ Giri Menang/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka