Ketik disini

Praya

SKPD Dipecut, Jangan Kerja Dibelakang Meja Saja

Bagikan

Pada momentum Lebaran Topat kali ini, SKPD lingkup Pemkab dan pemerintah kecamatan dipecut. Mereka diminta tidak bekerja di belakang meja saja.

***

Bupati HM Suhaili FT, memanfaatkan suasana Lebaran Topat di alun-alun Tastura, kemarin (13/7), untuk memberi masukan dan kritikan kepada seluruh bawahannya. Ia menekankan, jabatan bupati, wakil bupati dan jajaran SKPD merupakan pelayan masyarakat.

Makna pelayan, kata Suhaili harus menunjukkan kinerja langsung ke masyarakat. Bukan sebaliknya berdiam diri saja di belakang meja, menunggu laporan, menandatangi dokumen dan sekadar menerima tamu. Mereka wajib mengimplementasikan program kerjanya masing-masing di tengah masyarakat.

Mereka wajib bersentuhan langsung dengan masyarakat, mendengar, mencatat dan melaksanakan apa yang diinginkan masyarakat, sesuai kemampuan anggaran dan program kerja yang tersedia. Seruan semacam itu, bukan sekali atau dua kali disampaikan. Melainkan, berkali-kali.

a�?Mari tingkatkan pelayanan di lapangan, bukan dibelakang meja,a�? seru orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut, dihadapan Ketua PBNU pusat KH Said Aqil Siradj, Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, Sekda HL Supardan, pimpinan Forkopimda dan para SKPD.

Dalam kesempatan itu, Suhaili berharap agar KH Said Aqil Siradj memberikan wajengan. Khususnya, menyangkut penguatan tali silaturahmi, gotong-royong dan kerja sama. Karena, seberat apa pun pekerjaan, jika dikerjakan secara bersama-sama, maka terasa ringan dan cepat.

a�?Setiap tahun kita gelar lebaran topat, setiap tahun pula kita berkumpul merayakannya. Tapi, jangan dianggap seremonial belaka,a�? ujarnya.

Sehingga tradisi seperti itu, harap Suhaili agar dijadikan pembekalan, menuju perubahan yang lebih baik. Jika bisa diterapkan secara maksimal, pihaknya optimis cepat atau lambat, Loteng semakin maju, baik dari sisi pembangunan maupun kesejahteraan masyarakatnya.

a�?Setiap orang pasti ingin menjadi pemimpin, ingin kaya, punya mobil dan harta melimpah. Namun, jika tidak barokah, maka percuma saja,a�? lanjut Ketua PB NU KH Said Aqil Siradj.

Artinya, terang KH Said Aqil Siradj semua pekerjaan apa pun itu, harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, untuk kepentingan ibadah. Bukan kepentingan lain-lain, apalagi hawa nafsu. Lebih-lebih para abdi negara, yang bersentuhan langsung dengan urusan pelayanan birokrasi masyarakat. a�?Kerjakanlah apa yang menjadi tugas dan fungsi masing-masing,a�? serunya.(Dedi Shopan Shopian a�� Lombok Tengah/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka