Ketik disini

Kriminal

Sopir Pikap ramai-ramai Kena Tilang

Bagikan

MATARAM – Seperti tahun-than sebelumnya perayaan Lebaran Topat kemarin (13/7) di pesisir barat Lombok sesaki pengunjung. Namun sejumlah warga sempat protes dengan sikap tegas polisi yang melarang kendaraan pikap pengangkut penumpang masuk ke kawasan wisata Senggigi.

a�?Saya sudah jauh-jauh datang kesini bersama keluarga. Tapi saya ditilang langsung. Padahal ini kan lebaran topat,a�? kata Suhardi salah seorang sopir asal Praya, Lombok Tengah selepas ditilang polisi.

Seharusnya, menurut Suhardi A�polisi harus memberikan sosialisasi terlebih dahulu. Agar, pihaknya tidak mengangkut orang menggunakan pikap.

a�?Kasihan kami yang sudah jauh-jauh datang. Tapi, tidak bisa menikmati lebaran bersama keluarga,a�? ucapnya.

Ketika Suhardi ditanyakan terkait dengan regulasi larangan mengangkut orang menggunakan pikap, ia mengaku tidak mengetahui sama sekali. a�?Tapi, kenapa hanya saya saja yang ditilang,a�? protesnya.

Sementara itu, salah seorang polisi Bripka Surya mengkonfirmasi pihaknya sebenarnya sudah memberitahukan secara lisan kepada Suhardi. Namun, pihaknya bersikeras untuk tetap menerobos masuk ke Senggigi.

Sehingga, lanjut Surya, pihaknya langsung mengambil tindakan tegas agar para supir tidak mengikuti contoh buruknya.

a�?Kami hanya menjalankan tugas berdasarkan perintah atasan. Jika ada mobil pikap yang lewat harus ditegur dan diberikan sangsi,a�? ucapnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Budi Indra Gunawan menegaskan, pihaknya memerintahkan anggota untuk memberikan pemahaman atas larangan mengangkut orang menggunakan pikap. Jika supir tak juga mengerti dan masih melanggar, maka akan ditindak tegas.

a�?Kita akan tilang jika supir masih ngeyel,a�? ungkapnya.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk mensosialisasikan regulasi atas pasal 303 Undang-undangA� Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

a�?Jika pasal itu dilanggar maka akan diancam dengan ancaman penjara dua bulan dan denda Rp 250 ribu,a�? ujarnya.

Budi menuturkan, pihaknya sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat dari hulu hingga hilir. Namun, masih saja masyarakat yang melanggar aturan tersebut.

a�?Kita sudah tempel ratusan spanduk dijalan-jalan itu. Itu untuk memberikan peringatan kepada supir pikap,a�? pungkasnya. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka