Ketik disini

Headline Metropolis

Awas, Tekong Nakal Berkeliaran!

Bagikan

MATARAM – Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal masih menghantui NTB. Jumlahnya, disinyalir bakal meningkat usai Lebaran, khususnya pasca-Lebaran Topat. Agar tak kecolongan, pihak terkait pun diminta melakukan pengawasan ekstra.

a�?Pokoknya upayakan tekan seminimal mungkin. Jangan berikan peluang ada TKI kita yang berangkat secara illegal lagi,a�? kata Wakil Gubernur (Wagub) NTB H. Muhammad Amin.

Amin menginstruksikan agar dilakukan pengawasan langsung terhadap lalu lintas kepergian TKI. Semua pintu pengiriman TKI ilegal alias jalur tikus harus diwaspadai.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB H Wildan mengakui pengiriman TKI melalui jalur non prosedural memang terbilang rawan usai libur Lebaran, terutama pasca-Lebaran Topat.

Pasalnya, terkadang ada TKI yang pulang liburan ke kampung halaman justru menjadi jaringan terselubung. Ia mencontohkan, TKI yang pulang liburan ke tanah air, tapi oleh majikannya sudah dipesan agar membawa teman ketika balik ke negara penempatannya nanti.

a�?Kalau rekannya itu dibawa dengan jalur prosedural sih tidak apa-apa. Tapi kita harus antisipasi rekannya itu justru diajak ke negara penempatan dengan mengantongi paspor liburan, bukan bekerja. Ini otomatis ilegal,a�? jelasnya.

Modus seperti tadi, diakui, cukup sering dan harus selalu diantisipasi. Untuk itu, ia mengakui bahwa pengawasan pun harus lebih jeli. Disnakertrans NTB mengaku terus melakukan koordinasi antara semua pihak terkait, khususnya dengan aparat penegak hukum.

Di samping itu, Disnakertrans mengaku lebih intensif lagi blusukan ke masyarakat. Khususnya untuk menyosialisasikan tentang prosedur pengiriman TKI yang legal, serta dampaknya jika berangkat melalui jalur ilegal.

a�?Kasus-kasus kekerasan yang dialami TKI di luar negeri itu, sebagian besar, disebabkan karena mereka berangkat melalui jalur non procedural,a�? ungkapnya.

Keberangkatan TKI usai libur Lebaran memang terbilang tinggi. Hingga saat ini, ratusan TKI selalu memadati Lembaga Terpadu Satu Pintu (LTSP) Mataram guna mengurus dokumen keberangkatannya.

Ada yang berangkat kembali ke negara penempatan usai cuti Lebaran dan ada pula yang berangkat untuk pertama kali.

Wildan membenarkan bahwa tingginya pemberangkatan TKI ilegal memang masih menjadi masalah utama di NTB. Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram mencatat, sepanjang tahun 2015 terdapat 2.295 TKI asal Malaysia yang dipulangkan paksa alias dideportasi. Sebagian besar diantaranya berangkat secara ilegal.

a�?Untuk tahun ini pun, sudah ada sekitar 1200 TKI yang dideportasi dan sebagian besar karena mereka illegal,a�? pungkas Wildan. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka