Ketik disini

Metropolis

Dikritik, Budpar Umbar Janji

Bagikan

MATARAM – Mendapat kritik kencang, terkait acara Perayaan Lebaran Topat yang digelar Pemkot Mataram, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Mataram, Abdul Latif Nadjib mengumbar janji. Ia siap berbenah untuk pelaksanaan tradisi ini tahun depan.

a�?Iya (memang kita akui masih kurang),a�? kata Latif, saat meninjau arena pelaksanaan HAN di Taman Sangkareang, Kamis (14/7).

Ia menerima baik semua kritik dan siap untuk melakukan perbaikan di tahun mendatang. Salah satunya adalah mengemas ulang konsep acara agar lebih memiliki branding dan menarik wisatawan. Tidak hanya wisatawan lokal, tapi juga mancanegara.

a�?Lebaran Topat kan wisata realigi, ada hal-hal yang memang sudah jadi pakem dan tidak bisa kita ubah. Misalnya ziarah kubur, tauziah termasuk makan ketupatnya,a�? ulasnya.

Namun, sisi lainnya, masih memungkinkan untuk dikemas ulang agar lebih menarik. Apalagi, pulau Lombok dapat branding kuat di dunia Internasional, sebagai tujuan wisata dan bulan madu Halal nomor satu di dunia.

Kota Mataram sebagai ibu kota sekaligus ikon tentu harus mampu menyelaraskan antara branding internasional dengan kemasan acara wisata realigi.

a�?Karena itu, ini perlu kita komunikasikan dengan Disbudpar Provinsi,a�? imbuhnya.

Sehingga, di tahun mendatang, kegiatan bisa lebih a�?nendanga�� dan memancing wisatawan nasional dan mancanegara lebih banyak datang ke Lombok.

a�?Kami menawarkan agar kegiatan seperti kemarin (lebaran ketupat) itu terintegrasi dan terpusat. Harus ada kesepakatan antar daerah.

Misal tahun ini kegiatan dipusatkan di Mataram, tahun depan di Lombok Tengah, begitu seterusnya,a�? ucap Latif.

Dengan adanya pemusatan kegiatan oleh Pemerintah Provinsi, branding wisata religi diharapkan lebih kuat dan nendang.

Dampak makro juga lebih terasa. Sebab, lanjut dia hampir semua daerah di Lombok memiliki kepentingan dalam memanfaatkan momentum Lebaran Topat.

a�?Jadi ndak bisa kita mau sendiri (dapat wisatawan), daerah lain seperti Lombok Barat, Utara, Tengah dan Timur juga pasti habis-habisan mempromisikan wisatanya.

Kalau sudah seperti itu, sebaiknya ya kita kerjakan saja sama-sama, lalu secara bergiliran di pusatkan dimana (misalnya), dengan seperti itu branding acara juga lebih kuat,a�? tandasnya.

Di tempat terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram H Mujibburahman menilai, sudah saatnya, pemkot meninggalkan a�?mainstreama�� perayaan lama. Kegiatan harus punya output tiga hal. Yakni harus inovatif, konstruktif dan produktif.

a�?Jangan hanya lebaran untuk merayakan telah selesainya puasa enam hari di bulan Syawal, tetapi harus menjadi ciri khas daerah,a�? kritiknya.(cr-zad)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka