Ketik disini

Headline Politika

Fauzan Diminta Segera Bersikap

Bagikan

MATARAM – Dua parpol pengusung pasangan Zaini Arony – Fauzan Khalid, PDI Perjuangan dan Partai Golkar sama-sama menempuh mekanisme internal. Itu terkait penentuan calon Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar).

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat angkat bicara mengenai dinamika politik Lobar. Meski PDI Perjuangan tetap pada pendiriannya mengusung H Sardian, tapi Rachmat tetap menginginkan yang terbaik. Salah satunya opsi “jomblo” untuk Bupati H Fauzan Khalid.

Politisi senior itu tidak ingin terlalu mengintervensi keputusan DPC PDI Perjuangan Lobar. “Mengusung Sardian itu merupakan keputusan partai, tapi kita lihat perkembangannya kedepan. Kalau tetap dipimpin Fauzan seorang diri lebih baik ya kenapa tidak,” ujar Rachmat kepada Lombok Post, kemarin (14/7).

Bukan pertama kali, anggota DPR RI ini memunculkan ide “jomblo” untuk Fauzan Khalid. Hanya saja, dia lebih mengacu pada perundang-undangan yang berlaku menyangkut pengisian posisi wakil bupati.

Menurut dia, PDI Perjuangan bukan satu-satunya partai politik pengusung pasangan Zaini Arony-Fauzan Khalid. Masih ada lima partai politik lainnya. Dengan begitu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada DPC PDI Perjuangan Lobar.

Rahmat menegaskan seyogyanya Bupati Fauzan lebih aktif menghubungi partai politik pengusung. Terlebih hingga kini masing-masing partai politik punya mekanisme tersendiri dalam menentukan sikap politik. “Kita sifatnya berkoordinasi dengan DPC PDI Perjuangan Lobar. Kami hormati apapun keputusannya,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Harian DPD Golkar NTB H. Misbach Mulyadi menegaskan, pengusulan Wabup Lobar tetap mengacu pada mekanisme partai. Pihaknya tidak terpengaruh dengan berbagai wacana yang muncul akhir-akhir ini.

Senada dengan Rachmat, Golkar, kata Misbach menghormati mekanisme masing-masing partai politik.

Adapun mekanisme internal Golkar salah satunya adalah DPD II harus melibatkan DPD I dalam mengambil keputusan. Jika tidak, apalagi cenderung cacat, maka DPP Golkar tidak dapat menindaklanjuti usulan tersebut.

Dia juga membantah ada deal tertentu dengan salah seorang tokoh yang berminat maju sebagai calon Wakil Bupati Lobar. Terlebih jika dikaitkan dengan munculnya nama H Umar Said yang dalam waktu dekat posisinya digantikan Hj Baiq Isvi Rupaedah. “Nggak ada deal-deal tertentu, kita lepas aja sesuai mekanisme partai. Toh juga bukan Golkar sendiri yang memutuskan,” paparnya.

Dia berharap DPD II Golkar Lobar mengusulkan maksimal tiga nama yang diputuskan melalui rapat pleno. Adapun rapat pleno juga harus melibatkan DPD I Golkar NTB. Pihaknya juga melihat realitas politik menyusul keterlibatan seluruh legislator DPRD Lobar.

Menurutnya, Golkar juga akan bersikap realistis melihat perkembangan politik di Lobar. Jika nantinya akan muncul figur yang didukung mayoritas fraksi di DPRD Lobar, maka Golkar akan mempertimbangkan arah dukungannya. “Golkar terbuka saja, silakanA� siapa yang mendapat dukungan penuh baik dari partai pengusung maupun mayoritas fraksi, ya dialah yang kemungkinan kita pilih,” papar Misbach. (tan/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys