Ketik disini

Giri Menang

Infrastruktur Jalannya Sempit dan Berbatu

Bagikan

Meski lebaran Idul Fitri dan Lebaran Topat telah usai, namun Pantai Cemara di Dusun Cemara, Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar masih ramai pengunjung. Sayangnya, keindahan pantai ini tak didukung oleh infrastruktur yang memadai.

***

Pantai Cemara merupakan salah satu destinasi wisata Lobar yang tak kalah indah dibandingkan pantai lain. Pantai di ujung selatan Lobar ini menawarkan keindahan air laut yang biru dan keramahan penduduknya.

Tak hanya itu, kenikmatan kuliner lautnya pun tak kalah. Pantai Cemara menawarkan kuliner laut yang segar. Langsung dibawakan nelayan usai melaut. Dengan begitu, pengunjung yang datang pun dapat menikmati tanpa perlu khawatir kualitas makanan.

Harga makanannya pun terbilang murah. Per ekor ikan bakar ukuran sedang hanya dihargai Rp 35.000. Sedangkan ukuran jumbo Rp 60.000.

Selain ikan bakar, juga menawarkan menu cumi bakar, kepiting dan ranjungan. Cumi bakar dihargai Rp 100.000 per kilo gram.

Sementara kepiting sedikit lebih mahal dari ranjungan. Ranjungan hanya Rp 65.000 perkilo gram. Kepiting hampir seharga cumi bakar. Hal ini dikarenakan kepiting masih sulit didapatkan.

“Kalau kepiting masih susah dicari,” kata Ani, salah satu pemilik lapak makanan laut di Pantai Cemara.

Namun sungguh disayangkan, meski menawarkan berbagai hal menarik, penataan pantai masih terbilang minim. Beberapa lapak penjualan masih belum tertata dengan baik.

Beberapa lapak masih berdiri seadanya. Bahkan terkesan amburadul. Arena bermain anak-anak pun tak beraturan. Sebagian di bagian selatan parkir, sebagian terletak di jalur masuk wisata.

Akses masuk ke pantai tersebut pun terbilang sangat tidak layak. Lebar jalan kurang dari tiga meter. Kondisinya pun masih berupa tanah berbatu. Sebagian jalan tersebut juga berlubang.

Kepala Dusun Cemara Solikin menuturkan, kondisi ini sama seperti sejak dibuka sebagai destinasi wisata 2014 silam. Akses tersebut bahkan semakin memburuk hingga saat ini. “Sejak dulu kondisinya memang sudah seperti ini,” ujarnya.

Kondisi ini sempat menyebabkan kemacetan pada saat Lebaran Topat pada Rabu (13/7). Kendaraan harus mengantri masuk pantai. Khususnya pada kendaraan roda empat. Jalur tersebut tidak dapat dilalui dua mobil sekaligus.

Ia menjelaskan, Pantai Cemara hanya memiliki satu akses jalan masuk utama berupa jembatan. Jembatan ini dibangun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar. Pembangunannya pun karena tsunami 2004 silam. “Jika bukan karena itu maka tidak akan dibangun,” sambungnya.

Ia menambahkan, Pantai Cemara secara keseluruhan dikelola oleh masyarakat sekitar. Belum ada sedikitpun campur tangan Pemda. Bahkan untuk fasilitas penunjang

Ia merasa Pantai Cemara seolah di anak tirikan. Terlebih ditengah gencarnya promo wisata Lobar bagian selatan. Pantai Cemara seperti diabaikan Pemda. Khususnya di bagian infrastruktur sebagai destinasi wisata.

Ia berharap Pemda lebih memperhatikan kembali Pantai Cemara. Sebab pantai ini juga ramai dikunjungi. Terlebih di akhir pekan. Banyak keluarga yang datang berkunjung. “Sangat disayangkan jika Pantai Cemara ditinggalkan pengunjung,” tandasnya. (Ferial Ayu, Giri Menang*/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys