Ketik disini

Giri Menang

Jangan Jual Miras!

Bagikan

GIRI MENANGA� – Jelang MTQ XVI sebentar lagi, Pemda Lombok Barat ingin mewujudkan nuansa Islami. Bupati Lobar H Fauzan Khalid melarang pedagang minuman keras tradisional atau tuak terang-terangan.

Fauzan dengan tegas mengatakan, tuak maupun brem dilarang dijual secara terang-terangan di sepanjang jalan di Lobar. Tak hanya jelang MTQ, selamanya penjual dilarang berjualan di sepanjang jalan.

“Kalau hanya jelang MTQ, berarti seolah-olah setelah MTQ diijinkan berjualan,” tukasnya.

Ia melanjutkan, larangan tersebut akan dituangkan melalui surat edaran. Razia juga akan lebih ditingkatkan. Pengawasannya akan dikawal terus oleh instansi terkait.

Ia meminta Satpol PP, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kelurahan dan Desa harus terus berkoordinasi. Pemda akan terus melakukan pendekatan kepada para pedagang tuak maupun Brem agar tidak berjualan secara terang-terangan di sepanjang jalan.

“Kita ingin selama pelaksana MTQ Pemda bersama masyarakat dapat menciptakan nuansa Islami,” katanya.

Larangan tidak hanya untuk pedagang tuak dan brem. Pemda Lobar juga meminta sekolah-sekolah agar siswa dan guru muslim menggunakan pakaian muslim selama pelaksanaan MTQ.

“Sementara siswa atau guru non muslim dapat menyesuaikan, agar nuansa Islami benar-benar dapat dirasakan oleh para tamu MTQ,” harapnya.

Ia menambahkan, penggunaan busana muslim tidak hanya ketika berada di lingkungan sekolah. Ia juga meminta di luar ruangan atau luar rumah tetap menggunakannya.

“Pemda tidak perlu mengeluarkan surat edaran. Ini menjadi tanggung jawab setiap kepala sekolah mengarahkan semua siswa dan tenaga guru di sekolah masing-masing,” jelasnya.

Tak hanya warga dan pihak sekolah, Fauzan juga berharap kepada para pedagang kaki lima (PKL) serta pedagang musiman saat MTQ dapat menyesuaikan diri. Mereka diharapkan menggunakan busana muslim ketika berjualan.

“Penggunaan busana muslim akan memberikan kesan atau citra baik kepada para tamu MTQ,” tandas Fauzan.

Sementara Asisten I Setda Lobar Baiq Eva Nurcahyaningsih mengatakan, pemkab sudah mulai berbenah jelang pelaksanaan MTQ nanti.A� Hanya saja persiapan yang dilakukan masih sebatas bersih-bersih. a�?Rencana besok (Hari ini, Red) mulai bersih-bersih,a�? kata Eva.

Bersih-bersih ini sendiri, akan melibatkan seluruh pegawai Pemkab Lobar. Lokasinya sendiri bertempat di Bencingah, kantor bupati. Sedangkan untuk di Ponpes Al Aziziyah,A� kata Eva, akan diserahkan kepada pengurus ponpes.

a�?Khusus ponpes akan ditangani santrinya langsung. Di sana juga sekarang mulai dipasang paving blok,a�? terang dia.

Lebih lanjut, Eva menjelaskan, di dua lokasi ini akan disiapkan ruang dewan hakam, panitia, dan peserta. Untuk di kantor bupati, ruang Umar Madi akan dijadikan tempat beristirahat bagi dewan hakam, sedangkan bagi peserta ditempatkan di kantor humas. a�?Semuanya sudah kita siapkan,a�? kata dia.

Selain menjadi salah satu lokasi MTQ, Lobar juga mengirimkan empat orang untuk mewakili NTB.A� Di antaranya bidang Qiraat diwakili Masa��adatin, Hifzil Quran untuk 20 juz diikuti Muhammad Fathul Muin. Dua orang lainnya, yakni Hani Malkan untuk tafsir bahasa Inggris putri, M2 IQI diikuti Abdul Kadir Jaelani.

a�?Semuanya dibina langsung provinsi,a�? kata Eva sambil berharap ke empat wakil Lobar bisa lolos di tingkat nasional. (fer/dit/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys