Ketik disini

Kriminal

Kasus Sekaroh, Kejari Turunkan Tim Ahli

Bagikan

MATARAM – Kejaksaan Negeri Selong, Lombok Timur (Lotim) A�akan menurunkan tim ahli dari Kementrian Kehutanan ke hutan lindung Sekaroh, Jerowaru. Hal ini terkait kasus dugaan penerbitan sertifikat hak milik di kawasan tersebut. Langkah itu untuk memastikan, apakah sertifikat yang dibuat oleh warga itu masuk dalam kawasan hutan atau tidak.

a�?Kita akan turun langsung bersama tim ahli dari Kementrian Kehutanan,a�? kata Kepala Seksi Pidana Khusus Iwan Gustiawan saat ditemui di Kejati NTB, kemarin (14/7).

Selain itu lanjut Gustiawan, turunnya tim ahli untuk memberikan tanda tapal batas hutan yang sebenarnya. Agar, kepastian kawasan hutan semakin jelas.

a�?Tapal disana itu masih belum ada. Atau mungkin hilang,a�? ujarnya.

Jika nantinya tapal batas itu sudah terpasang. Itu akan memudahkan pihaknya untuk melanjutkan penyelidikan. a�?Tapal batas ini yang nantinya akan memperkuat konstruksi hukum dalam penyelidikan,a�? ujarnya.

Sebelumnya, Subdit IV Ditreskrimsus Polda NTB juga menyelidiki kasus tersebut. Namun, saat ini A�penyidik masih menunda penyelidikan karena terbentur A�penyelidikan yang dilakukan Kejari Selong.

a�?Ya memang Polisi juga menyelidiki kasus itu. Namun, Polda belum masuk ke kita lagi,a�? ungkapnya.

Gustiawan menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Langkah itu mengetahui dasar penerbitan sertifikat tersebut.

a�?Data dari BPN sudah kita kantongi. Data itu sudah diinventaris,a�? jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga pernah memeriksa mantan kepala BPN Lotim. Pemeriksaan itu untuk mengetahui keabsahan atas penerbitan sertifikat.

Diketahui, Luas lahan hutan lindung RTK-15, Sekaroh mencapai 2.834,28 Hektare. Dari informasi yang dihimpun, ada sebanyak tujuh sertifikat terbit pada tahun 2006 seluas 8,9 hektare, yang beralih fungsi menjadi kawasan Hak Guna Bangunan (HGB). (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka