Ketik disini

Dialog Jum'at

Lebaran Topat

Bagikan

Assalamua��alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, segala pujian hanya bagi Allah swt atas semua nikmat dan karuniaNya, utamanya kita syukuri nikmat Iman dan Islam. Selawat dan salam kepada baginda Nabi Muhammad saw, juga kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau.

A�Pembaca Rahimakumullah

Salah satu tradisi yang berkembang di kalangan masyarakat Sasak adalah Lebaran Topat. Tradisi ini telah berkembang sekian lama, siapa yang memulai dan sejak kapan dimulai? penulis tidak memilki data yang akurat terkait dengan hal tersebut.

Biasanya Lebaran Topat dilaksanakan pada tanggal 8 Syawal setiap tahun, setelah sebagian kaum muslimin dan muslimat berpuasa 6 hari bulan Syawal, setelah hari raya Idul Fitri.

Tradisi Lebaran Topat erat kaitannya dengan kebiasaan mereka membuat topat pada hari itu menjadi makanan utama.

Tentunya yang kita harapkan dari tradisi ini adalah jangan sampai berkembang ke arah yang negatif atau mendatangkan dosa baru.

Karena kita selalu berharap setelah shaum Ramadan selama satu bulan, dosa kita diampuni oleh Allah swt, sesuai dengan yang dijelaskan oleh baginda Nabi Muhammad saw: a�?Barang siapa yang puasa Ramadan dengan dasar iman dan mengharapkan pahala dari Allah swt, maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni Allah swt.a�?

Hal-hal negatif yang tidak kita inginkan dalam Lebaran Topat tersebut seperti mabuk-mabukan karena minum minuman keras (pesta miras), atau membawa perempuan yang bukan mahramnya ke tempat wisata atau kemana saja. Demikian pula kesempatan tersebut dijadikannya oleh para remaja untuk kebut-kebutan yang dapat mencelakai dirinya ataupun orang lain.

Semua itu harus bisa kita hindari, karena kesempatan tersebut mungkin dapat dimanfaatkan untuk silaturrahim dengan keluarga, atau melihat pemandangan yang indah dan menakjubkan untuk menambah keimanan kita, termasuk menikmati keindahan laut dengan gelombang yang menghempas pantai.

Sebaiknya, kalau kita berwisata agar kita berwisata bersama keluarga: anak, suami, istri, paman, bibi atau anggota mahrom lainnya. Ada juga seperti sebagian orang yang bersilaturami atau berziarah ke rumah orang alim atau berziarah kubur dengan cara yang syara��i.

Selain itu, kita berharap dapat menjadikannya sebagai kesempatan untuk bertaubat kepada Allah swt.

Pembaca Rahimakumullah

Selain mengulang kembali hal yang selalu kita sampaikan tanpa henti untuk menjaga keimanan dan ketaqwaan kita. Maka saya ingatkan lagi diri kita dan masyarakat, bahwa pelaksanaan MTQ ke-26 sudah semakin dekat, tinggal belasan hari lagi.

Kesiapan kita sebagai tuan rumah harus kita tingkatkan, terutama untuk terus meningkatkan keamanan di mana-mana.

Sehingga para tamu yang terdiri dari para hafidz dan hafidhah, qoria�� dan qoriah, maupun para ulama yang datang dari penjuru nusantara bahkan dunia islam, dapat merasa aman dan nyaman.

Harapan kita, masyarakat benar-benar memperhatikan kebersihan, keindahan, kerapian dan ketertiban. Selain itu, kita juga bisa menyemarakkan penyelenggaraan MTQ dengan memasang spanduk di tempat-tempat strategis yang isinya mengandung nilai-nilai keislaman dan keluhuran budi.

Semoga MTQ dan Konfrensi Umat Islam sedunia tersebut dapat membuahkan hasil yang bermanfaat bagi umat, khususnya warga NTB. Jayalah umat Islam, bersatulah umat Islam, Semoga Allah swt meridhai kita. Amin, ya Rabbal Alamin. (r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka