Ketik disini

Tanjung

LPA: Akta Kelahiran Itu Penting

Bagikan

TANJUNG – Berdasarkan data LPA NTB, sekitar 47 persen atau 400 ribu lebih anak belum memiliki akta kelahiran.

Untuk itu, LPA NTB bersama sejumlah lembaga seperti Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan (KOMPAK) pun menggelar sosialisasi dan evaluasi pelaksanaan pelayanan terpadu (Yandu), kemarin (14/7).

a�?Kita berharap dengan kegiatan ini masyarakat sadar pentingnya memiliki akta kelahiran anak,a�? ujar Kepala LPA NTB Sahan, kemarin(14/7).

Dijelaskan, secara nasional saat ini 50 persen masyarakat Indonesia belum mempunyai akta kelahiran. Untuk lingkup NTB sendiri, tercatat mencapai 47 persen termasuk di Lombok Utara. Pihaknya pun sudah menyiapkan beberapa langkah untuk mengatasi permasalahan ini.

a�?Kita tuntaskan dulu di satu kecamatan pada suatu daerah. Ada tiga daerah yang kita jadikan pilot project yakni Lombok Utara, Lotim, dan Sumbawa,a�? ungkapnya.

LPA akan intens melakukann pola jemput bola hingga melakukan pendekatan persuasif dan menggandeng pemerintah kabupatan sampai desa. Diharapkan tidak ada kesan kepengurusan akta kelahiran dipersulit.

a�?Dengan begitu tidak ada kesan lagi masyarakat dipersulit,a�? imbuhnya.

Diungkapkan Sahan, anak-anak yang belum mempunyai akta kelahiran berada di usia 18 tahun kebawah.

Namun, fakta masih banyaknya asangan suami istri (pasutri) yang belum memiliki buku nikah menjadi kendala lain untuk mengatasi persoalan tersebut. Oleh karenanya, pasutri diimbau agar merampungkan status pernikahan secara sah berdasarkan undang-undang.

a�?Tiket sah untuk mengurus akta kelahiran ya dokumen pernikahan. Untuk itu, kami berharap Pemkab Lombok Utara menggenjot dengan menyelenggarakan isbat nikah sudah tepat,a�? jelasnya.

Lebih lanjut, Sahan mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi program yang diusung bupati dan wakil bupati.

Di mana pelajar di Lombok Utara mesti memiliki akta kelahiran. Menurutnya, hal semacam ini bisa menurunkan angka tidak mempunyai akta yang mencapai 47 persen tersebut.

Sahan mengaku, pada tahun 2015 lalu saat melakukan pendataan di kecamatan Bayan, baru sekitar 50 persen masyarakat yang berumur 18 tahun kebawah mempunyai akta kelahiran.

Tetapi, belum lama ini, kata dia, jumlahnya sudah mencapai 70 persen. Tentu hal ini sebagai progress yang baik dilakukan Pemkab Lombok utara.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengatakan kegiatan ini meruapakan usaha yang sangat positif. Karena berkaitan dengan upaya percepatan kepemilikan identitas hukum bagi masyarakat miskin.

a�?Saya berharap melalui kegiatan ini nantinya masing-masing peserta dapat memiliki persepsi yang sama dan komitmen bersama dari seluruh stakeholder terkait sebagai pemangku kepentingan yang peduli terhadap kepemilikan identitas hukum bagi masyarakat miskin di desa serta adanya gambaran progress kabupaten,a�? pungkasnya. (puj/r9)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka