Ketik disini

Giri Menang Headline

Sampah Menumpuk, Petani Merana

Bagikan

GIRI MENANG – Sampah rupanya masih menjadi masalah di Lombok Barat bagian utara. Lihat saja di Desa Jatisela dan Sandik. Hampir di setiap sudut jalan hingga selokan terdapat tumpukan sampah.

Kondisi tersebut membuat tidak nyaman sejumlah pengendara jalan. Mereka terpaksa mencium aroma tak sedap saat melintas.

Tidak hanya itu, sampah yang menumpuk di selokan menutup jalur-jalur air yang menuju sawah petani. Bukan saja membuat sawah kekeringan, sampah terkadang ikut hanyut menumpuk di dalam sawah.

Akibatnya, Mustofa, salah seorang petani di Desa Sandik terpaksa membersihkan sampah-sampah yang menumpuk di sawahnya. Sampah ini tertumpuk tepat di pintu saluran air yang mengalir ke sawahnya.

“Beginilah mas, kalau gak dibersihkan, air gak bisa masuk,” keluh dia.

Sembari membuang sampah-sampah, Mustofa melanjutkan keluhannya. Banyak warga sekitar yang buang sampah sembarangan. Parahnya, tempat buang sampahnya terletak di sekitar sawahnya.

“Gak tahu kok pada buang sampah di sini. Mungkin karena gak ada tempat sampah ya,” kata Mustofa menerka-nerka.

Pemandangan serupa nampak di Desa Jatisela. Sampah kering menumpuk di mana-mana. Di selokan air pinggir sawah hingga pintu-pintu masuk perumahan yang ada di Jatisela.

Menurut staf Desa Jatisela, sebulan sebelumnya, pihak desa sempat membersihkan tumpukan sampah di beberapa titik. Namun usai lebaran, sampah kembali menggunung.

“Baru sebulan lalu kita bersihkan, tapi sekarang menumpuk lagi,” kata staf desa yang namanya enggan dikorankan.

Bagaimana dengan ketersediaan tempat sampah? Menurut dia, pihak desa telah berulangkali meminta bantuan pemkab untuk menyediakan kontainer. Tetapi tidak terealisasi.

Akhirnya, dengan inisiatif sendiri, desa menjalankan pengangkutan sampah secara mandiri. Menggunakan kendaraan roda tiga, berkeliling ke rumah warga.

Tetapi upaya itu tidak maksimal. Masih banyak warga yang membuang sampah secara sembarangan. “Masyarakat juga masih kurang sadar. Banyak yang seenaknya buang sampah di sembarang tempat,” aku dia.

Terpisah, Kepala Dinas Tata Kota, Pertamanan, dan Kebersihan (TKPK) Lobar Lalu Winengan mengakui persoalan sampah di Desa Jatisela yang tak kunjung tuntas. Namun Winengan membantah sampah tersebut akibat kurang perhatian dari instansinya.

Menurut dia, pihaknya seringkali mengadakan penyuluhan dan sosialisasi di kantor Desa Jatisela. Bahkan sebuah kontainer sempat ditempatkan di Dusun Ireng, Desa Jatisela.

Tetapi upaya tersebut tak mempan. Masyarakat masih tetap membuang sampah di sembarang tempat. a�?Pada saat kita taruh kontainer itu saja, banyak yang buang di luar,a�? aku Winengan.

Terlepas dari itu, Winengan menegaskan tidak lepas tangan terkait persoalan sampah. Rencananya dalam APBD Perubahan ini, Dinas TKPK berencana membuat pengolahan sampah tuntas (Osamtu).

a�?Di anggaran perubahan nanti, ada Osamtu,a�? ungkap dia.

Bagaimana dengan sampah yang sekarang? Rencananya pihaknya akan mengadakan gotong royong kembali. Selain itu, Winengan mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Lebih baik, sampah yang ada ditaruh di dalam plastik, kemudian di taruh di depan rumah.

a�?Kalau sudah begitu, tinggal koordinasikan dengan pihak desa, nanti akan kita bantu untuk mengangkut,a�? tandasnya.(dit/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka