Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

Satgas Waspada Investasi segera Dibentuk

Bagikan

MATARAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana membentuk tim satuan tugas (satgas) waspadai investasi di NTB. Keberadaan satgas ini guna mengantisipasi maraknya penemuan investasi bodong di sejumlah daerah. Rencananya pembentukan satgas akan dilakukan paling lambat pertengahan bulan ini.

Kepala OJK NTB Yusri mengatakan, sudah ada pembicaraan terkait satgas ini dengan berbagai elemen yang bakal menjadi anggota dalam tim tersebut.

a�?Yakni kami sendiri dari OJK, kepolisian, kejaksaan, Bank Indonesia, Kanwil Agama, Disperindag NTB, Dinas Koperasi dan UMKM NTB, Dishubkominfo NTB, dan BKPM-PT,a�? katanya, kemarin (14/7).

Yusri mengatakan, meski laporan investasi bodong belum diterima sudah seharusnya diantisipasi sejak awal. Di luar daerah, investasi bodong yang banyak muncul adalah berbentuk penghimpunan dana atau multi level marketing. Dengan iming-iming imbal hasil lebih besar dari produk-produk sejenis lainnya.

Biasanya produk investasi bodong akan menawarkan keuntungan hingga lebih dari 20 persen per bulan. Tentu saja ini tidaklah wajar. Ia meyakini, kemungkinan korban investasi bodong ada di NTB. Hanya saja belum bisa ditindak karena tidak ada yang melapor.

Dengan adanya satgas waspada investasi tersebut, sambungnya, ke depan pihaknya akan menindak pihak-pihak yang diduga melakukan penghimpunan dana. Oknum pelaku investasi bodong dapat langsung ditindak tanpa terlebih dahulu menunggu laporan dari masyarakat.

Penindakannya, lanjut Yusri, bisa saja ke tindak pidana umum. Itu dilakukan jika bentuknya penipuan. Penindakannya juga akan disesuaikan karena banyak instansi dalam tim tersebut.

a�?Yang jelas ada tindak pidana umum,a�? tegasnya.

Yusri mengimbau, kepada masyarakat wajib curiga dan waspada terhadap investasi yang menawarkan keuntungan tidak wajar. Serta segera melapor ke OJK jika mendapati adanya satu investasi yang ditawarkan kepada orang-orang disekitarnya.

a�?Laporkan jika ada investasi yang dicurigai,a�? tandas Yusri. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka