Ketik disini

Metropolis

Sterilkan Pengemis dan Anjal

Bagikan

MATARAM – Jelang pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-26, Pemkot Mataram akan mensterilkan kota dari para pengemis, anak jalanan dan gelandangan. Mereka tidak akan diberi ruang berkeliaran di jalan ibu kota.

Termasuk anak-anak kecil yang berjualan kacang dan kerupuk di traffic light .

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Mataram H Ahsanul Khalik mengatakan, sterilisasi pengemis dan anak jalanan ini merupakan instruksi wali kota Mataram. Sebab di bulan ini, Mataram akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional.

“Kita akan segera sosialisasi agar tidak ada anak-anak kecil jualan kacang, jualan kerupuk di perempatan-perempatan,” katanya.

Untuk melakukan sterilisasi, 50 orang anggota Satgas Sosial dan Tagana dilibatkan. Mereka akan berpatroli selama 24 jam, memantau keberadaan para pengemis dan anak jalanan.

Menurutnya, setiap ada acara besar, kemungkinan pengemis datang ke kota pasti ada. Untuk itu pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi.

“Jadi bukan melihat potensi ada atau tidak ada, yang pasti adalah langkah antisipasinya,” ujarnya.

MTQ Nasional sendiri digelar pada 30 Juli sampai 6 Agustus 2016. Ditargetkan, selama pelaksanaan acara tidak ada pengemis atau anak jalanan berkeliaran.

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Nyayu Ernawati mengatakan, mestinya bukan karena ada MTQ, tapi setiap hari harus dilakukan.

Meski demikian, ia mengakui susahnya mengajak anak jalanan kembali ke sekolah. Sebab ada oknum yang berada di belakang mereka. Dan sebagian besar dari luar kota, sehingga sulit terlacak.

Untuk itu perlu dilakukan kerjasama lintas instansi dan pemerintah daerah.

LPA kerap mendapat perlawanan saat berusaha menyelamatkan anak-anak tersebut. Eksploitasi orang dewasa terhadap anak masih terjadi.

“Saat diminta berhenti mereka balik bertanya berapa uang yang bisa diberikan (pemerintah) untuk mereka,” ungkapnya.

Masalah pengemis dan anak jalanan masih akan terus menjadi PR besar pemerintah di semua daerah. Termasuk Pemprov NTB juga harus aktif mengatasi masalah sosial tersebut. (ili/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka