Ketik disini

Praya

Festival Nyesek Sukarara Dimatangkan

Bagikan

PRAYA – Asisten II Setda Lombok Tengah (Loteng) Nasrun, dalam waktu dekat ini akan mengumpulkan aparatur Desa Sukarara dan pemerintah Kecamatan Jonggat. Hal ini guna membahas persiapan festival nyesek (menenun kain tradisional, Red).

a�?Insya Allah, festival yang satu ini kita gelar pada 24-27 Juli mendatang. Temanya, festival begawe jelo nyesek,a�? kata Nasrun, kemarin (17/7).

Puncak acara, kata Nasrun digelar pada 27 Juli mendatang, diikuti oleh 1.000 penyesek di 10 dusun di Desa Sukarara. a�?Lokasi kegiatan, urusan teknis maupun non teknis sudah siap, tinggal dimatangkan saja,a�? katanya.

Diharapkan, lanjutnya kegiatan semacam itu menjadi agenda rutin setiap tahunnya di Desa Sukarara. Diharapkan pula, desa-desa lain mengikuti, dengan menampilkan kekayaan sumberdaya masing-masing, tidak saja kerajinan menenun, tapi kerajinan lainnya.

Ia ingin, 127 desa di Loteng, memiliki ikon yang berbeda, sehingga bisa menjadi pilihan bagi wisatawan. Di Desa Sukarara salah satunya, harus mempertahankan ikonnya tersebut.

Bila perlu, beberapa motif nyesek dipatenkan, sehingga tidak bisa diklaim oleh pihak-pihak tertentu. a�?Seperti, songket Subhanale,a�? kata Nasrun.

Diakuinya, banyak jenis-jenis songket yang ditenun warga di luar sana, tidak saja warga Desa Sukarara. Ada Desa Rambitan di Dusun Sade, beberapa desa di Praya Barat Daya dan Praya Barat. Tapi, yang lebih dikenal Sukarara.

a�?Karena, di Sukarara menjadi sumber kerajinan nyesek itu, setiap dusun ada,a�? kata kades Sukarara, Timan. (dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys