Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

Kredit Macet Capai Rp 688 Miliar

Bagikan

MATARAMA�– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB mencatat total non performing loan (NPL) atau kredit macet yang disalurkan seluruh perbankan di NTB hingga Mei 2016 mencapai Rp 688 miliar. Angka ini lebih tinggi dibanding posisi NPL di akhir tahun 2015 sebesar Rp 557 miliar.

a�?Kredit macet di NTB hingga Mei 2016 mencapai 2,59 persen, masih di bawah ketentuan maksimal sebesar lima persen. Tapi ada peningkatan dibanding posisi akhir 2015 sebesar 2,23 persen,a�? kata Kepala OJK NTB Yusri, kemarin (17/7).

Kredit macet di NTB sebesar Rp 688 miliar, lanjutnya, bagian dari kredit macet yang disalurkan perbankan secara nasional sebesar Rp 126 triliun pada posisi Mei 2016. Dengan jumlah bank umum yang beroperasi di NTB, sebanyak 31 bank, sedangkan bank perkreditan rakyat (BPR) 32 bank.

Khusus kredit macet untuk BPR di NTB, dinilai tergolong sangat tinggi. Yakni sebesar 9,20 persen pada posisi Mei 2016. Angka ini meningkat dibanding posisi akhir 2015 sebesar 8,14 persen.

a�?NPL BPR di NTB, terus mengalami peningkatan, ini menjadi perhatian serius bagi OJK,a�? ujarnya.

Menurut Yusri, peningkatan nilai kredit macet perbankan lebih disebabkan kondisi ekonomi yang masih mengalami kelesuan. Hal ini dilihat dari sebagian kredit macet berasal dari sektor produktif, di samping kredit sektor konsumtif.

Kondisi kredit macet perbankan, kata dia, tidak hanya menjadi perhatian OJK NTB, tapi juga di tingkat pusat. OJK NTB sendiri terus berkoordinasi dengan seluruh perbankan untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit dan memberikan pendampingan terhadap debiturnya. Terutama sektor produktif agar usahanya bisa berjalan lancar.

a�?Kami terus mengingatkan perbankan untuk menjaga NPL, terutama BPR yang pertumbuhan kredit macetnya terus mengalami peningkatan,a�? katanya. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka