Ketik disini

Selong

Oknum Aktivis HMI Tersangka Pencurian Semen

Bagikan

SELONG –  Sejumlah perwakilan LSM Formapi NTB dan HMI Lombok Timur (Lotim) mendatangi Polres Lotim, Sabtu (16/7) lalu. Mereka meminta penangguhan penahanan atas sejumlah tersangka pencurian semen di Mekarsari, Suela yang kini ditangani kepolisian.

”Hanya lima sak semen yang diambil, kalau kita nominalkan sangat kecil, itu seharusnya masuk tindak pidana ringan (tipiring),” ujar Ketua Formapi NTB Ihsan Ramdani.

Menurutnya hal itu mengacu pada aturan yang memang berlaku saat ini. Terlebih menurutnya tujuan awal dari pengambilan lima sak semen tersebut adalah investigasi. Menduga adanya praktik korupsi dalam proyek desa, lima pemuda yang salah satunya aktivis HMI memutuskan melakukan pendalaman.

”Bukan mencuri, investigasi,” ujarnya.

Hal tersebut Dipertegas Ketua HMI Lotim Hendrawan Saputra yang mengatakan tak ada niatan dari pemuda tersebut. Lantas mengapa harus sampai mengambil semen desa? Menurutnya hal itu sebagai bukti penyelewenangan aparat desa.

”Merek semennya tak sesuai dengan rencana yang dibuat,” katanya.

Bukankah dengan foto hal itu sudah menjadi bukti? Lagi-lagi ia memiliki alibinya tersendiri. Mereka dikatakan hanya ingin memastikan bukti tidak dihilangkan sehingga semua diangkut. Lima pemuda yang dua diantaranya masih di bawah umur itu lantas mengambil inisiatif untuk bertindak. ”Karena merasa ada ketidakadilan itulah makanya kami turun membela,” tegasnya.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Lotim AKP Wendi Oktariansyah tak sependapat dengan apa yang diungkapkan para aktivis. Menurutnya memindahkan barang orang lain dari satu tempat ke tempat lain jelas masuk dalam pasal pencurian.

”Kalau ada penyimpangan, foto terus lapor polisi saja cukup,” tegasnya.

Terkait nominal yang dinggap sangat kecil sehingga masuk tipiring, ia juga tak sependapat. Pasalnya hal ini bukan kali pertama terjadi. ”Sampai sekarang tiga masih kami tahan dan jadi tersangka, dua lain dilepas sementara karena masih di bawah umur,” jawabnya.

Jikapun benar ada korupsi yang terjadi, ia mengatakan hal itu adalah masalah berbeda. Tidak bisa lantaran membuka salah orang lain, lantas kesalahan yang diperbuat lima orang itu dimaafkan. ”Soal permintaan penangguhan penahanannya nanti kami kaji dulu,” pungkasnya. (yuk)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka