Ketik disini

Metropolis

Percuma kalau Cuma Seremoni

Bagikan

MATARAM – Momentum perayaan Hari Anak Nasional (HAN) di Kota Mataram diharapkan jangan hanya sekadar seremoni. Melalui peringatan HAN ini LPA dan semua pihak yang terlibat berupaya menjadikan Kota Mataram sebagai kota layak anak.

“Saat ini masih kita temukan ada anak yang jadi pengemis dimanejemen orang tua mereka atau oknum tertentu di Kota Mataram,” kata I Gusti Bagus Hari Sudana Putra anggota komisi IV DPRD Kota Mataram.

“Beberapa anak juga masih saya temukan bawa karung keliling cari barang bekas untuk dijual. Ini yang sesungguhnya jadi PR bersama,” imbuhnya.

Dikatakannya, ia mengapresiasi upaya panitia yang telah berjuang sehingga Mataram terpilih jadi tempat pelaksanaan HAN. Mengingat, selama ini HAN selalu digelar di ibu kota Jakarta.

Namun, kegiatan ini menurutnya belum maksimal jika hanya dijadikan kegiatan seremonial belaka. Anak-anak yang masih ada di Kota Mataram dibiarkan tetap terlantar tanpa ada yang mempedulikan nasib mereka.

“Meskipun tidak bisa kita generalisir tapi kita harus tetap ingat tugas dari kita semua meminimalisir seperti itu. Bahkan membuatnya nol,” katanya.

Sehingga, momentum perayaan HAN diharapkan jangan sampai hanya membawa berkah bagi para peserta dan panitia pelaksana semata. Melainkan bagaimana momentum HAN di Kota Mataram benar-benar bisa memberi jaminan hak bagi anak-anak di Kota Mataram.

Selain tengah mempersiapkan teknis, persiapan infrastruktur untuk perayaan HAN juga terlihat mulai dibenahi. Misalnya saja, infrastruktur jalan yang ada di samping Lapangan Sangkareang. Pihak dari Dinas PU kemarin terlihat melakukan pengaspalan di jalan tersebut. Beberapa berugak juga telah disiapkan di dalam Lapangan Sangkareang.

Persiapan yang dilakukan ini tidak terlepas dari permintaan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh saat memimpin rapat persiapan. Ahyar memberikan waktu kepada panitia agar ketika tanggal 20 Juli nanti semua sudah siap.

Mengingat direncanakan puncak perayaan HAN ini dihadiri Presiden Jokowi. Tim protokol presiden bahkan telah datang mengecek lokasi tempat pelaksanaan dan lokasi penginapan presiden nantinya.

Joko Jumadi, pengurus LPA NTB juga mengungkapkan saat ini proses persiapan sudah mulai melihatkan progress. “InsyaAllah tanggal 20 sudah siap 95 persen,” kata dia.

Kini panitia tengah disibukkan untuk acara dan menyiapkan venue. Sekitar 2000 peserta dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia dikatakan Joko, bakal terlibat dalam kegiatan ini. Itu belum termasuk undangan dari kepala daerah, gubernur serta beberapa menteri.

Sejumlah menteri yang dipastikan hadir nantinya yakni menteri PMK, Menteri Sosial dan Menteri pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

”Kami setuju, inilah momentum kita mewujudkan Kota Mataram dan Provinsi NTB sebagai kota dan provinsi Layak anak. Itu semua bisa terwujud kalau 75 persen kabupaten/kota sudah berkomitmen mencanangkan kota layak anak. Baik melalui fasilitas infrastruktur untuk anak-anak serta kebijakannya,” sindirnya.

Untuk itu, nantinya dalam kegiatan HAN ini akan ada rangkaian kegiatan deklarasi dari 26 bupati dan wali kota. Di mana mereka akan menolak dan mencegah perkawinan usia anak dan stop merokok bagi anak-anak dan didekat mereka.

“Tema besar kita adalah akhiri kekerasan terhadap anak. Ada juga deklarasi menolak dan mencegah perkawinan usia anak dari kepala daerah serta stop merokok bagi anak-anak,” ungkapnya. (ton/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka