Ketik disini

Selong

Dari Selfie, Hingga Mendaki Bukit

Bagikan

Minggu (17/7) kemarin adalah hari terakhir libur sekolah. Momen itu dimanfaatkan sejumlah keluarga untuk membawa anak-anaknya berlibur sebelum memulai rutinitas di sekolah. Puncak Pusuk, Sembalun, Lombok Timur (Lotim) menjadi salah satu lokasi yang kemarin dipadati warga.

***

a�?TAMAN Nasional Gunung Rinjania�? itulah bunyi papan A�raksasa di atas sebuah gapura di ujung Desa Bebidas, Suela. Plang itu menjadi penanda memasuki kawasan taman nasional Gunung Rinjani. Dari lokasi ini setiap pengendara harus mulai menggeber kendaraannya ekstra kencang.

Jalan menanjak dan berkelok kerap memaksa para pengendara menggeber gas hingga batas maksimal. Namun begitu kendati sudah menarik habis tuas gas, bukan berarti kendaran dapat melaju kencang. Di sejumlah tanjakan paling ekstrim bahkan tak sedikit pengendara yang berboncengan harus turun menggeret kendaraannya.

Jalan yang tidaklah mudah itu, kemarin makin dipersulit lagi dengan banyaknya pengunjung. Sejak pintu taman nasional, iring-iringan kendaraan tampak mengular. Hal itu memang sudah diprediksi, pasalnya itu adalah hari terakhir libur sekolah.

a�?Kami sudah minta bantuan polsek untuk juga mengatur lalu-lintas di sana,a�? kata Kasat Lantas Polres Lombok Timur (Lotim) AKP Bayu Eko.

Di puncaknya kepadatan lebih menggila lagi. Tepat di titik tertinggi hutan Pusuk, Sembalun atau yang biasa disebut Puncak Pusuk, ratusan kendaraan tampak terparkir. Karena lokasi yang tak mencukupi, bahkan meluber hingga sebagian badan jalan.

Puncak Pusuk kini memang menjadi destinasi wisata baru. Jika dulunya beberapa kendaraan memilih berhenti di sana untuk sekadar beristirahat, kini kawasan itu memang menjadi salah satu tujuan inti disampung tentu saja desa-desa di Sembalun.

a�?Mulai ramai setelah ini direhab akhir tahun lalu,a�? kata Amaq Nita, pria yang menarik tiket masuk di sana.

Titik tertinggi di jalan berliku itu kini memang sedang digandrungi. Keindahan hutan, sawah, hingga desa-desa di Sembalun yang tampak jelas dari sana menjadi tontonan tersendiri yang sayang dilewatkan. Tak heran begitu banyak yang mengabadikan momen tersebut dengan berselfie.

Tak hanya itu, banyak juga yang mencoba menguji adrenalin dengan mendaki dua bukit yang menjulang di puncak tersebut. Cukup menantang bagi pemula. Namun dari sana, pemandangan yang lebih indah lagi siap memanjakan mata. Dengan keadaan itu, sejumlah petugas parkir dan tiket bisa mengantongi uang jutaan rupiah. a�?Prediksi kami tembus seribu orang,a�? kata Agus, penjaga parkir setempat.

Bagi sejumlah pengunjung yang beruntung, mereka bahkan bisa berfoto bersama kawanan kera liar yang kini makin bersahabat seiring mulai terbiasa melihat manusia. Jadilah Pusuk hari itu lautan manusia. Mengalahkan jumlah monyet-monyet yang memang mendiami kawasan tersebut. a�?Ini liburan terakhir anak-anak, makanya kami manfaatkan,a�? kata Ridwan, yang datang jauh dari Sakra bersama keluarga. (WAHYU PRIHADI, Selong.r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka