Ketik disini

Sumbawa

Ancam Gugat Demokrat

Bagikan

SUMBAWA – Pergantian Antar Waktu (PAW) kader Partai Demokrat Syamsuddin dengan Budi Kurniawan terancam dibawa ke tanah hukum. H Ruslan selaku perain suara terbanyak kedua keberatan.

Sesuai ketentuan aturan, seharusnya Ruslan yang menggantikan Syamsuddin sebagai anggota dewan dari Demokrat.

Ia meraih total suara pada Pileg 2014 lalu mencapai 1.593 suara. Sedangkan Budi Kurniawan yang baru dilantik melalui sidang paripurna istimewa PAW pekan lalu hanya meraih 483 suara.

Demokrat Sumbawa menunjuk Budi Kurniawan karena telah memecat H Ruslan sebagai kader partai. Ruslan menegaskan, dirinya dipecat secara sepihak. Dirinya dibuat seolah-olah sudah tidak mempunyai hak lagi di Demokrat.

a�?Inilah yang tentu tidak bisa saya terima. Saya akan menempuh upaya hukum untuk menuntut hak saya ini,a�? tegas H Ruslan, belum lama ini.

Ia menganggap pemecatannya sebagai kader Demokrat Sumbawa tidak sesuai mekaninsme partai. Sebelum dirinya menerima SK pemecatan dari DPC Demokrat Sumbawa, dirinya tidak pernah mendapat teguran ataupun pemanggilan oleh pihak partai. Khususnya dalam meminta klarifikasi terkait kesalahan yang dilakukan sebagai dasar pemecatan.

Padahal sesuai aturan di Demokrat, lanjut dia, pemecatan baru akan dilakukan partai apabila sebelum seorang kader terbukti melakukan pelanggaran. Keputusan pemecatan juga ditetapkan oleh mahkamah partai setelah melalui sidang mahkamah.

a�?Ini yang membuat saya tidak bisa menerima. Saya tidak pernah dipanggil atapun disidang. Tiba-tiba saya dipecat.

Saya tidak tahu kesalahan apa yang menjadi dasar saya dipecat sesuai SK yang ditandatangani ketua dan sekretaris DPC Demokrat Sumbawa yang saya terima,a�? jelasnya.

Ironisnya lagi, kata Ruslan, SK pemecatan tersebut baru diterimanya pada Maret tahun 2016. Namun di dalam SK pemecatan tersebut, tanggal SK pemecatan tersebut tertulis 15 Juli tahun 2015. Artinya surat pemecatan tersebut seolah-olah telah dikeluarkan hampir setahun yang lalu.

a�?Saya akan coba memasukkan gugatan ke PTUN,a�? ancamnya. (aen/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka