Ketik disini

Headline Tanjung

Dewan Belum Beri Lampu Hijau

Bagikan

TANJUNG – PDAM Tanjung mengajukan penyertaan modal Rp 45 miliar. Namun Pansus I DPRD Lombok Utara masih belum memberikan lampu hijau. Pasalnya, anggaran itu dianggap cukup besar untuk diajukan sekali untuk lima tahun.

DPRD juga masih pesimis terhadap kemungkinan-kemungkinan kinerja pelayanan di masyarakat. Hal ini disampaikan Pansus I dalam ekspose PDAM di Tanjung kemarin (18/7). ”Sekarang kita baru dengan sepihak dari PDAM. Masih harus rapat intern Pansus dulu untuk menentukan apakah Raperda Penyertaan Modal Lima Tahun PDAM ini kita setujui,” ujar Ketua Pansus I Ikhwanudin, kemarin (18/7).

Ditambahkan, persetujuan Pansus belum bisa diambil dalam waktu dekat untuk direkomendasikan kepada pimpinan DPRD. Namun sebagai bahan tambahan pansus, dirinya pun tidak mempersoalkan kemungkinan dilakukannya uji petik untuk menelaah menyangkut usulan Rp 45 miliar.

Sementara itu, Sekretaris Pansus Rinadi, sependapat dengan ketuanya. Dia juga mendorong agar pansus melakukan uji petik, terutama di Gili Air sebagai salah satu dari tiga gili yang sudah dilayani PDAM.

Ia mengatakan, seluruh anggota pansus harus mempunyai gambaran menyangkut tarif PDAM di lapangan, keluhan pelayanan, konsistensi layanan, hingga kualitas air yang diterima masyarakat. Sedangkan berbicara suplai air ke tiga gili, bukan pekerjaan mudah. Mengalirkan pipa bawah laut penuh resiko khususnya ancaman arus gelombang. ”Kita tidak ingin, begitu dianggarkan dan dikerjakan timbul masalah lagi seperti pipa hanyut. Intinya kita tidak mau bekerja dua kali,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Tanjung H. Suhaily kepada wartawan usai ekspose berharap adanya dukungan dana penyertaan modal dari APBD. Pihaknya, dalam hal ini defisit anggaran sebesar Rp 209,1 miliar untuk 2016 hingga 2020.

Selain PDAM, anggaran ratusan miliar tersebut juga ditangani BWS Nusa Tenggara I, BWS Nusa Tenggara II Satker PK PAM NTB, PU Lombok Utara. Untuk PDAM sendiri, memperoleh beban anggaran sebesar Rp 45 miliar yang harus dipenuhi dalam lima tahun ke depan.

Yakni: pada 2016 membutuhkan Rp 10 miliar; 2017 butuh Rp 7,5 miliar; 2018 butuh Rp 7 miliar; 2019 butuh Rp 6,5 miliar; dan 2020 membutuhkan Rp 6 miliar.

Dalam proses penganggaran di DPRD, PDAM berharap agar usulan dilakukan sekali dengan komitmen dituangkan ke dalam Perda Penyertaan Modal. ”Rp 45 miliar itu termasuk akumulai anggaran yang sudah kita terima tahun-tahun sebelumnya sebesar Rp 12 miliar,” paparnya.

Sejumlah titik layanan PDAM yang akan dikerjakan mencakup pemasangan pipa dari sumber air Sekeper untuk pelanggan di Gangga dan Kayangan bagian barat. Selain itu juga untuk pemasangan pipa mata air Mursemalang untuk konsumen Bayan dan Kayangan bagian timur.

Dari perencanaan yang dilakukan, dua sumber air itu ditargetkan akan menambah pelanggan sebanyak 11 ribu KK sehingga menambah jumlah pelanggan menjadi 27 ribu KK. Estimasi cakupan yang terlayani akan mencapai 189 ribu jiwa. ”Untuk tiga gili kita ambilkan dari mata air di Bentek dan Jongplangka,” ungkapnya. (puj/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka