Ketik disini

Metropolis

Dishubkominfo Hanya Omdo!

Bagikan

MATARAM – Dishubkominfo nampaknya menjadi SKPD yang paling pintar berwacana. Beberapa program yang sudah diumbar ke publik bahkan dilaunching hingga saat ini tak terlaksana dengan baik.

Salah satunya yakni penerapan Perda Parkir terkait pemberlakukan karcis parkir. Meski sudah dilaunching beberapa waktu lalu, hingga saat ini penerapan Perda tersebut nihil. Tak ada juru parkir yang memberikan karcis parkir kepada pemilik kendaraan.

Fakta itu membuat Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana meminta Kepala Dishubkominfo atau pihak UPTD Prakir menindak tegas juru parkir.

“Mereka kan punya kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan (juru parkir, Red). Jadi mereka harus tegas untuk menyelesaikan masalah ini,” jelas Mohan.

Dikatakan, setiap SKPD memiliki persoalan atau masalah. “Kalau kita berbicara masalah, harus bisa cari jalan keluar atau solusinya. Maka jangan dibiarkan,” tegasnya.

Ia meminta Dishubkominfo melalui UPTD Perparkiran memperkuat penanganan masalah parkir ini. Karena ia meyakini, parkir ini seharusnya bisa menjadi faktor yang mendukung peningkatan PAD Kota Mataram. Bahkan retribusi parkir jika dikelola dengan baik bisa menjadi primadona bagi Dishubkominfo untuk menyumbang PAD.

“Lakukan pola penanganan yang tepat. Parkir merupakan potensi pendapatan daerah yang harus dimaksimalkan,” pesannya.

Namun, ia juga meminta permasalahan parkir lainnya harus diperhatikan. Termasuk penertiban. Jangan sampai ada parkir yang tidak resmi beroperasi di Kota Mataram. Pemanfaatan ruang parkir juga harus ditata dengan baik. Agar kendaraan tidak parkir sembarangan. Sehingga kerap meluber ke jalan raya dan mengganggu arus lalu lintas.

Kepala UPTD Parkir Dishubkominfo Kota Mataram H Syamsul Hakim menjanjikan kalau pembagian karcis parkir kepada pemilik kendaraan sudah mulai dilakukan juru parkir sejak Rabu (13/7) lalu. Bagi juru parkir yang tidak memberikan karcis, akan dipecat.

Sayangnya, pernyataan Syamsul itu hanya omdo (omong doang) alias berbicara tanpa realita. Buktinya, hingga kemarin nyaris tak ada juru parkir yang memberikan karcis.

“Kalau tidak dikasih karcis, warga jangan bayar. Nanti saya juga akan data juru parkir mana saja yang tidak memberikan karcis kepada pemilik kendaraan. Biar kita ganti saja, yang ngantri masih banyak,” terangnya.

Realitanya, hingga saat ini tidak ada langkah kongkret yang diambil UPTD Parkir Dishubkominfo Kota Mataram. “Kami belum dikasih karcisnya,” kata salah seorang tukang parkir di sekitar area Cakranegara.

Dengan kondisi ini, DPRD Kota Mataram menduga pantas saja selama ini PAD dari parkir menguap. Karena hasil dari retribusi parkir selama ini berpeluang diselewengkan. “Kalau sudah pakai karcis parkir, kan bisa kelihatan berapa yang didapatkan dari hasil parkir. Tidak seperti yang saat ini hanya berdasarkan taksiran saja. Sehingga berpeluang disalahgunakan,” kata H Muhammad Zaini, Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram.

Selain untuk alasan PAD, pembagian karcis kepada pemilik kendaraan yang parkir juga untuk masalah keamanan. Karena, karcis parkir tersebut akan menjadi bukti untuk mengkalim kehilangan kendaraan atau helm. (ton/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys