Ketik disini

Bima - Dompu

Ibu Guru Diduga Simpan Sabu

Bagikan

KOTA BIMA – Satresnarkoba Polres Bima Kota menciduk empat orang yang diduga pengedar dan pemakai sabu. Yakni H, 21 tahun, N, 29 tahun, A, 23 tahun dan E, 29 tahun.

Pelaku N tercatat sebagai guru honorer. Perempuan tersebut mengajar di salah satu sekolah di Kelurahan Tanjung.

Kasatnarkoba Polres Bima Kota IPTU H Junaedin, penangkapan empat pelaku pada waktu dan tempat berbeda. Pelaku H yang diduga sebagai pengedar dicokok sekitar pukul 13.30 Wita, Minggu (17/7).

”Tersangka H ditangkap di kos-kosannya di RT 08 RW 03 Kelurahan Raba Dompu Barat,” katanya, kemarin (18/7).

Dari tangan tersangka H, petugas mengamankan barang bukti dua poket sabu seberat  1,48 gram, satu buah bong, satu buah tabung kaca, empat buah korek api gas, dan satu buah timbangan.

Polisi juga menemukan satu buah lilin, satu lembar kertas sumbu, satu potongan pipet, dan satu buah gunting. Selain itu, diamankan pula satu buah isolasi, satu lembar plastik klip, satu unit Hand Phone (HP), dan uang Rp 460 ribu.

”Selesai penggeledahan, tersangka dan barang bukti kami bawa ke polres,” jelasnya.

Junaedin menuturkan, sebelum menangkap tersangka H, anggota lebih dulu meringkus tersangka N, E, dan A sekitar pukul 19.15 Wita di RT 02 RW 01 Kelurahan Tanjung, Jumat (15/7).

”Tersangka N diketahui sebagai ibu guru honorer,” ungkapnya.

Ia membeberkan, saat penggeledahan petugas mengamankan barang bukti sabu seberat 0,09 gram dari tangan A dan E.

Anggota juga menemukan dua buah gunting, tiga bungkus plastik klip, delapan lembar plastik klip, satu buah korek api gas, dan barang bukti lainnya.

”Kami juga menggeledah kos R (buronan) di Kelurahan Tanjung,” bebernya.

Saat penggeledahan tersangka R tidak ada berada di rumah. Polisi hanya mendapati istrinya N. Ketika digeledah, polisi mengamankan tiga poket sabu seberat 0,20 gram, dua linting ganja seberat 0,61 gram, dua buah pipet, dan satu bungkus plastik klip.

Petugas mengamankan pula satu buah gunting, tiga buah korek api gas, satu buah bungkusan  rokok, tiga buah isolasi, satu buah bong, satu buah dompet, uang tunai sebesar Rp 2,9 juta, dan delapan unit HP.

”Tersangka R masih dalam pengejaran,” pungkasnya. (yet/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka