Ketik disini

Headline Metropolis

Pemprov Gak Boleh Gegabah

Bagikan

MATARAM – Pemprov NTB diharapkan mencermati betul transaksi penjualan 6 persen saham daerah di PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) ke konglomerat Arifin Panigoro. Langkah yang diambil tersebut jangan sampai berujung pada kerugian.

Penjualan saham harus mengacu pada nilai saham dan perkembangan market atau pasar saat ini. Untuk menganalisa hal tersebut, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB pun mengaku siap dilibatkan.

a�?Kita sendiri belum dalami penjualan saham daerah di Newmont itu karena ini sektor swasta, kita tidak bisa sembarangan masuk. Kita tidak bisa masuk sektor swasta kecuali pemda sendiri mengajukan ke kita untuk mendalami ini,a�? kata kepala BPKP NTB Bonardo Hutauruk.

BPKP bisa membantu memastikan transaksi penjualan saham itu tidak menyebabkan kerugian pada daerah.

a�?Kita bisa membantu memastikan bahwa tidak ada keuntungan pemda yang berkurang dari transaksi tersebut,a�? imbuhnya.

Menurut Bonardo, penjualan saham sendiri adalah proses yang wajar dilakukan. Namun, langkah ini tidak bisa gegabah karena perlu dipastikan bahwa nilai penjualan sudah berdasarkan nilai saham dan market yang ada.

Diketahui, 6 persen saham yang berada di perusahaan daerah PT DMB sudah dalam proses jual beli dengan konglomerat Arifin Panigoro, bersamaan dengan total 24 persen saham PT NNT milik PT Multi Daerah Bersaing (MDB), perusahaan bersama yang didirikan PT DMB dan PT Multicapital.

Terakhir diberitakan, Direktur PT DMB Andy Hadianto mengakui nilai penjualan saham itu disebut jauh lebih rendah dibanding ketika saham itu dibeli dari Newmont pada 2010 silam.

Informasi sementara yang diperolehnya, nilai saham MDB yang dijual ke Arifin tak akan lebih dari Rp 4,5 triliun, jauh lebih rendah dari harga pembelian MDB pada tahun 2010 senilai Rp 8,6 triliun. Sehingga, ini mengindikasikan ada kerugian.

a�?Pemda bisa meminta kita untuk melakukan perhitungan untuk menghindari potensi kerugian,a�? kata Bonardo menyikapi informasi tersebut. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka