Ketik disini

Selong

Petani Harus Berhitung Dengan Tepat

Bagikan

SELONG – Potinsi tanaman hortikultura di Lombok Timur (Lotim) terbilang besar. Beragam jenis tanaman buah dan sayur sangat potensial untuk dikembangkan. Sayangnya belum banyak yang dikembangkan, lantaran petani masih ragu. ”Kebiasaan petani kita mencontoh, tidak berani mempelopori,” kata Kabid Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Peternakan Lotim H Badaruddin, kemarin (18/7).

Tanaman hortikultura secara umum terbagi menjadi empat jenis, yakni tanaman buah, sayur, obat, dan tanaman hias. Sepintas, tanaman jenis ini tak sepenting tanaman pangan, namun potensi jika digeluti sungguh menjanjikan. Misalnya, kentang yang terbukti mampu menyejahterakan masyarakat Sembalun. Ada juga tanaman buah semisal stroberi yang mulai menggeliat dan apel yang sedang coba dikembangkan. ”Kalau mau diseriusi, hasilnya tak kalah, bahkan sering kali lebih dari tanaman pangan,” jawabnya.

Selain kurang berani memulai hal yang baru, petani masih kerap mengalami kesulitan dalam hal pengaturan stok yang berdampak pada harga. Misalnya satu komoditas di saat tertentu harganya bisa sangat mahal karena jumlah yang terbatas. Namun pada saat yang lain harga bisa menjadi anjlok karena terlalu banyak yang berlomba-lomba menanamnya.

”Karena itu harus ada pengaturan, itu yang kami lakukan,” ujarnya.

Contoh langkah nyata yang dilakukan kemarin adalah pelatihan pada tenaga yang nantinya akan menjadi pelatih untuk memberi ilmu hortikultura khususnya tanaman cabai. Mereka yang dilatih setelah memiliki ilmu yang memadai akan menjadi penggerak langsung di kalangan petani. ”Setiap saat kita terus lakukan hal seperti yang sekarang ini,” ujarnya.

Muhir salah seorang pengusaha cabai di Kerongkong, Suralaga mengatakan persoalan pasokan yang berpengaruh pada harga memang masih menjadi kendala utama. Saat pasokan menurun, harga kerap kali melonjak. Namun ketika petani beramai-ramai menanam untuk mencari untung, justru harga menjadi anjlok. ”Kami mohon dibantu supaya stabil stok, permintaan, pasokan, dan harga, kalau ilmu kami sudah punya,” ujarnya. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka