Ketik disini

Metropolis

Senangnya Sekolah Diantar Ortu

Bagikan

MATARAM – Di hari pertama masuk sekolah, para orang tua di Kota Mataram antusias mengatar anak-anaknya. Hal ini terlihat di semua jenjang, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) hingga SMA. Khusus untuk SD, para orang tua menunggu hingga anaknya pulang.

Seperti di SDN 2 Cakranegara, sekolah dipenuhi para orang tua yang mengantar anaknya. Mereka menunggu dan melihat proses pengenalan sekolah bagi buah hatinya. Pihak sekolah membuat pertemuan khusus dengan wali murid. Hal ini membuat sekolah penuh dengan suasana gembira dan kekeluargaan.

Bagi para orang tua, momen mengantar anak sekolah tahun ini terasa spesial karena dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Apalagi hal ini menjadi kebijakan pemerintah pusat. Sehingga mereka yang masih berseragam dinas juga turut datang mengantar.

Seperti Syaiful, seorang anggota TNI Korem 162/Wira Bhakti. Ia datang ingin melihat anaknya yang baru masuk sekolah. Menurutnya peran orang tua sangat penting bagi anak. Terutama saat memasuki lingkungan baru.

Kehadiran orang tua bisa memberikan semangat bagi anak untuk belajar. a�?Kalau antar anak sekolah wajib dilakukan karena ini adalah masa orientasi siswanya, pengenalan sekolah,a�? ujarnya.

Sebelum menengok sang anak, ia mengaku tetap masuk kantor dulu. Sementara anak diantar oleh istrinya pada pagi hari. Baru setelah itu ia datang menyusul setelah meminta izin kepada atasan.

Sementara Ibu Yeyen, wali murid lainnya mengaku kegiatan mengantarkan anak sekolah sangat penting. Sebab murid SD masih butuh pendampingan sebelum mereka mengenal lingkungan barunya.

a�?Dengan mengantar anak sekolah, kita (orang tua) tahu program di sekolah seperti apa,a�? ujarnya.

Selain diantar orang tua, selam masa orientasi para murid baru SDN 2 Cakranegara juga ditemani kakak asuh. Mereka diajak berkeliling sekolah untuk mengenal lingkungan baru. Sambil bergandengan, mereka melihat suasana kelas baru.

Alifin, salah seorang kakak asuh dari kelas V menemani adik asuhnya, Abang. Ia mengaku senang bisa menjadi kakak asuh. Ia merasa memiliki tanggungjawab untuk menjaga adiknya agar tidak menangis. a�?Senang,a�? katanya singkat.

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan MenengahA� Wowon Widaryat mengatakan, secara nasional para orang tua diimbau untuk mengantar anaknya ke sekolah. Tujuannya agar ada interaksi orang tua dengan sekolah.

Siswa sekolah menengah diantar sampai pintu gerbang, sementara untuk anak SD didampingi sampai tiga hari. Dalam hal ini ada proses serah terima dari orang tua yang menitipkan anaknya di sekolah.

Selama berada di sekolah, pendidikan anak menjadi tanggungjawab pengajar di sekolah. a�?Di rumah setelah pulang, itu tanggungjawab orang tuanya,a�? kata Wowon di Mataram saat meninjau SDN 2 Cakranegara, kemarin (18/7).

Dengan mengenal lingkungan sekolah, orang tua juga akan lebih tenang menitipkan anaknya. Mereka akan lebih tahu kondisi sekolah, keamanan dan kenyamanan belajar di lingkungan pendidikan. Apakah fasilitas belajar memadai atau tidak? Sehingga orang tua semakin yakin untuk menitipkan anaknya.

Ia berharap, komunikasi antara orang tua dengan guru terjalin dengan baik. Sehingga tercipta saling pengertian dalam mendidik anak-anak. Sebab proses pendidikan anak tidak hanya diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Pendidikan di lingkungan keluarga juga sangat mempengaruhi perkembangan anak. (ili/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka