Ketik disini

Headline Praya

Turis Malaysia Pernah Dipalak di Benang Stokel

Bagikan

PRAYA – Sederetan kasus pemalakan ternyata pernah terjadi, di luar area pintu masuk air terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu, Desa Aik Berik Batukliang Utara (BKU) Lombok Tengah (Loteng). Tidak saja menimpa wisatawan nusantara, namun wisatawan asing juga pernah menerima tindakan semacam itu. Menurut warga sekitar modusnya pun sama seperti yang menimpa 20 orang wisatawan asal Jakarta, beberapa waktu lalu.

a�?Dulu, kasus pemalakan pernah menimpa sejumlah wisatawan asal Malaysia,a�? kata salah satu tokoh masyarakat Desa Aik Berik, Abdul Kadir Maklum pada Lombok Post, kemarin (18/7).

Sederetan kasus itu pun, kata Kadir membuat para tokoh masyarakat, pemuda dan petugas sepakat tidak boleh tergiur dengan tawaran siapa pun itu dan berapa pun nilai uangnya. Jika melanggar, maka sanksi tegas menunggu.

a�?Di pos pintu masuk, sudah jelas tertulis harga tiket masuknya,a�? tekannya.

Jika dirasa tulisannya kurang besar, sindir Kadir maka petugas akan memperbesarkan lagi, hingga dari jarak kejauhan nominal uang tiket masuk sebesar Rp 3 ribu, terlihat jelas dan rinci. a�?Kami tekankan, kasus pemalakan yang selama ini terjadi, Insya Allah tidak ada dari warga desa,a�? kata Kepala Dinas Budpar HL Muhammad Putrie, terpisah.

Beberapa hari kejadian, pihaknya mengaku turun ke lokasi, meminta pemerintah desa dan tokoh masyarakat, mengumpulkan seluruh petugas jaga pintu masuk dan juru parkir. Mereka pun menceritakan persoalan yang sebenarnya. a�?Saya ingin sekali mencari sopir travel atau guide (pemandu wisata) , yang disebut-sebut warga (sebagai pelaku),a�? katanya.

Karena mereka, tambah Putrie masih mengenal sopir dan guide yang dimaksud. Kendati demikian, pihaknya meminta kepada warga untuk belajar dari persoalan yang terjadi.A� a�?Yang jelas, Pemkab membebaskan seluruh restribusi di tempat itu. Sehingga, kelolalah anggaran yang ada, untuk kebutuhan hidup masing-masing,a�? seru Putrie.

Ia juga mengingatkan bahwa, urusan pariwisata bukan sepenuhnya tanggungjawab Disbudpar, melainkan semua pihak. Khususnya, masyarakat lingkar obyek pariwisata. Untuk itulah, jika ada kekurangan atau pun kesalahan, maka harus dibenahi. a�?Karena sejak awal, bupati menginginkan agar daerah kita tercinta ini menjadi salah satu kiblat pariwisata Indonesia,a�? sambung Asisten II Setda Loteng Nasrun, terpisah.

a�?Ingat, pariwisata itu bagaimana mendatangkan orang. Agar mereka datang, maka kita harus menyiapkan segala kebutuhan mereka,a�? lanjut Nasrun.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka