Ketik disini

Metropolis

Ahyar Beri Sinyal Hapus BL

Bagikan

MATARAM – Jumlah siswa yang masuk lewat jalur Bina Lingkungan (BL) yang mendominasi di sekolah favorit masih menjadi sorotan. Berbagai kalangan mendesak penerimaan siswa melalui jalur BL dihapuskan.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh dan Wakilnya H Mohan Roliskana pun merespon hal ini. a�?Kalau memang BL memungkinkan dihapus, mengapa tidak? Saya kalau semua pihak benar-benar konsisten dan setuju menghapus BL, mari kita sama-sama bertanggung jawab,a�? kata Ahyar kepada Lombok Post.

Diakuinya, keberadaan siswa yang masuk sekolah favorit ini membuat dirinya sangat repot. Sejumlah sekolah favorit tidak mampu mengendalikan jumlah siswanya. a�?Yang membuat cap favorit di suatu sekolah kan masyarakat sendiri,a�? cetus Ahyar.

Padahal, menurutnya semua sekolah sama. Kualitasnya sama baik. Fasilitas maupun gurunya juga sama bagusnya. Tapi masyarakat yang membuat stigma memfavoritkan suatu sekolah. a�?Itu yang kemudia diburu. Akhirnya Kepala Dinas Mengambil langkah-langkah untuk bisa menampung,a�? ungkapnya.

a�?Karena faktanya ada anak-anak yang tidak mau sekolah kalau tidak di sekolah itu. Sehingga, akhirnya kebijakan pun berpikir bagaimana agar semua anak bisa tetap sekolah,a�? beber dia.

Saat ini, sistem pendidikan di Kota Mataram berprinsip yang penting anak-anak bisa tertampung sekolah. Sehingga, terjadilah seperti saat ini. Sekolah terkesan dipaksakan menampung siswa melebihi kapasitasnya.

Namun Ahyar berjanji, sistem saat ini tidak akan permanen. a�?Kita akan terus mengikhtiarkan bagaimana sistem ini bisa lebih baik,a�? katanya.

Pemerintah dan Dinas dikatakannya akan terus mengakaji secara mendalam perbaikan sistem pendidikan di Kota Mataram. Yang terpenting saat ini, ia percaya kepada sekolah untuk mampu mengelola itu.

a�?Prinsipinya tidak boleh ada anak usia sekolah yang tidak sekolah. Ke depan kita juga akan mengupayakan bagaimana sekolah swasta agar bisa diminati. Karena mereka juga bagian dari Dikpora Kota Mataram,a�? jelasnya.

Jika BL dihapuskan, Ahyar meminta masyarakat jangan sampai ada protes. a�?Misalnya ada siswa yang sekolah di depan rumahnya tapi tidak diterima,a�? cetusnya.

Senada dengan Ahyar, terpisah Ketua Dewan Pendidikan Dikpora Provinsi NTB, Syamsudin Anwar setuju dengan penghapusan BL di Kota Mataram. Karena, sistem pendidikan yang ada saat ini dinilainya sangat buruk.

a�?Tentu kami sangat setuju. Karena ini sudah jauh melenceng dari yang dihajatkan (BL, Red),a�? paparnya.

Kebijakan awal hadirnya sistem BL ini dikatakannya memang bagus. Namun dengan jumlah siswa BL yang lebih besar dari siswa yang masuk lewat jalur Bina Prestasi dan Online, Syamsudin menilai ada kesalahan sistem.

a�?Yang kasihan itu guru dan pengelola sekolah. Bagaimana mungkin bisa maksimal mendidik anak-anak kalau kondisinya seperti ini,a�? katanya.

Akibatnya, sekolah favorit itu sendiri akhirnya lambat laun akan mendegradasi diri mereka. a�?Saya yakin kepala sekolah dan guru berada dalam preasure atau tekanan. Kalau inpuntnya tidak bagus, lihat saja nanti outputnya juga tidak akan bagus,a�? imbuhnya.

Dengan kondisi saat ini, Syamsudin menegaskan Kota Mataram tidak bisa dijadikan barometer sitem pendidikan di Provinsi NTB. Karena sistem pendidikan yang berlaku sudah tidak mengedepankan kualitas pendidikan.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana juga memberikan tanggapannya terkait hal ini. Ia mengapresiasi kritik konstruktif dari berbagai kalangan terkait sistem BL yang ada saat ini. Namun, menurutnya hal itu tidak sepenuhnya benar. Karena, yang terpenting bagaimana subtansi sistem pendidikan agar semua anak-anak usia sekolah bisa bersekolah terwujud. a�?Yang terpenting jangan menghilangkan substansinya,a�? jelasnya.

Namun, dengan jumlah siswa BL yang membludak, ia juga mengaku akan melakukan pengecekan terhadap sekolah, mengapa bisa sampai terjadi seperti ini. a�?Kami akan cek dan evaluasi apa alasan sekolah mereduksi siswa yang lewat jalur online kuotanya lebih banyak dari BL,a�? kata dia.

Terpisah Kepala SMAN 5 Mataram mengaku jumlah siswa BL yang membludak saat ini mau tidak mau menjadi beban sekolah. Khususnya para guru. Namun, ia menjelaskan semua pihak berkontribusi atas sistem pendidikan yang berlangsung saat ini. a�?Sejak awal saya sudah jelaskan kami di SMAN 5 Mataram ingin menerapkan sistem pendidikan yang ideal. Tapi ya inilah faktanya,a�? akunya.

a�?Dengan jumlah siswa yang tidak terlalu banyak agar semua bisa tertangani dan terdidik dengan baik. Tapi mau bagaimana lagi, saya katakan semua pihak berkontribusi atas yang terjadi saat ini. Dan kita harus sama-sama bertanggung jawab,a�? sambungnya. (ton/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys