Ketik disini

Sumbawa

Bupati Kantongi Dua Nama

Bagikan

TALIWANG – Seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengerucut. Bupati KSB HW Musyafirin telah mengantongi dua nama calon pejabat tinggi pratama tersebut. Informasi lain menyebutkan, bupati mengantongi tiga nama yang bakal mengisi posisi sekda.

Hanya saja, bupati maupun panitia seleksi (Pansel) masih merahasiakan calon kuat sekda. Bupati yang dikonfirmasi mengenai calon sekda tidak membantah telah menerima nama-nama dari pansel.

Sayangnya, bupati enggan membocorkan nama calon sekda tersebut. Saat disinggung nama yang sudah dikantongi, ia mengelak.

Ia menutup rapat calon sekda yang akan diajukan ke Gubernur NTB untuk mendapat persetujuan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

”Belum sampai ke tiga nama. Semua nama yang melamar dan mengikuti tahapan seleksi Sekda KSB ini sudah saya terima,’’ katanya seraya tersenyum, Senin (18/7).

Kendati tidak menyebutkan nama-nama kandidat yang sudah dikantongi, bupati mengaku semua calon yang ikut dinyatakan lolos dan memenuhi syarat.

”Semuanya lolos,’’ tegasnya.

Ditanya kapan penetapan sekda definitif, bupati memastikan posisi Sekda KSB diupayakan selesai awal Agustus mendatang. ”Awal Agustus sudah ada pelantikan. Kita tunggu saja,’’ janjinya.

Diketahui, ada enam pejabat yang sebelumnya melamar dan mengikuti seleksi posisi Sekda KSB. Yakni, Plt Sekda KSB Abdul Azis, mantan Asisten II Setda KSB yang saat ini diperbantukan sebagai Direktur perwakilan KSB di PT DMB Nurdin Nur, dan Kepala Badan Penanaman Modal dan Lingkungan Hidup (BPMLH) Pemda Sumbawa Dirmawan. Selain itu, H Amry Rakhman, Burhanuddin, dan Irawansyah Atta. Dua nama terakhir itu sama-sama menjabat sebagai staf ahli Bupati KSB.

Posisi sekda sudah lama kosong. Itu terjadi setelah HW Musyafirin memilih mundur. Ia maju sebagai calon bupati pada pilkada serentak Desember 2015 lalu dan terpilih.

Sementara, Kepala Sekretariat Pansel Sekda KSB HA Malik Nurdin mengatakan, keenam calon sekda telah memenuhi syarat.

Tapi, merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), hanya tiga calon yang diserahkan kepada bupati.

”Dari tiga nama, bupati akan memilih satu nama untuk ditetapkan sebagai sekda,” tandasnya. (far/is/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka