Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Fluktuasi Harga Beras Sebabkan Kemiskinan

Bagikan

MATARAM – Beras menjadi komoditas tertinggi penyumbang garis kemiskinan makanan (GKM) di NTB. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB pada bulan Maret 2016, persentase GKM komoditas beras di daerah perkotaan mencapai 38 persen. Sementara di perdesaan menyumbang 44 persen.

a�?Ini jadi perhatian kembali, beras sebagai penyumbang angka kemiskinan di NTB,a�? kata Wakil Gubernur NTB H Muh Amin di Lombok Plaza Hotel Mataram, kemarin (19/7).

Menurut wagub, ketersediaan beras selama ini sebenarnya cukup. Meski diakui harganya masih berfluktuasi. Sehingga menyebabkan tingginya sumbangan pada GKM. Karena itu, ia meminta perlu langkah lebih konkret untuk stabilkan harga beras.

a�?Ini menjadi peran dan tugas pemerintah bersama Bulog untuk stabilkan harga,a�? tegasnya.

Guna menstabilkan harga beras, lanjut wagub, Bulog diminta untuk tidak mengirimkan beras ke luar daerah (mobnas). Bulog harus memenuhi kebutuhan beras dalam daerah.

a�?Jangan jor-joran kirim beras keluar, meski surplus,a�? jelas wagub.

Selain itu, untuk SKPD terkait wagub meminta untuk lebih meningkatkan upaya peningkatan produksi beras. Serta sisi lain, alur tata niaga pengiriman daerah ke wilayah pelosok berjalan lancar.

a�?Tingkatkan produksi, dan tata niaga harus diperhatikan,a�? katanya.

Kepala Bulog Divre NTB Arif Mandu memastikan tidak akan membawa beras asal NTB keluar daerah. Sebelum ketersedian untuk kebutuhan dalam daerah NTB dirasa aman.

Saat ini Bulog terus mengupayakan penyerapan gabah petani secara maksimal.

Berbagai terobosan terus dilakukan. Agar target penyerapan 211 ribu ton setara beras dapat tercapai akhir tahun ini. Apalagi melihat penyerapan baru mencapai 38 persen, maka Bulog tidak akan mengirim beras keluar. Meski Bulog pusat telah meminta untuk menyuplai kebutuhan beras daerah lain.

a�?Kita juga ingin maksimalkan stok beras dalam daerah dulu,a�? tandasnya. (ewi/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka