Ketik disini

Headline Metropolis

Jumlah Penduduk Miskin di NTB Makin Bertambah

Bagikan

MATARAM – Bertambahnya penduduk miskin di NTB menjadi tamparan tersendiri. Terlebih, ini terjadi di kala pertumbuhan ekonomi Bumi Gora baru saja menuai pujian karena disebut-sebut paling tinggi secara nasional.

a�?Saya juga heran di tengah tingginya pertumbuhan ekonomi yang mencapai sembilan persen, penduduk miskin kita justru bertambah,a�? komentar Wakil Gubernur (Wagub) NTB Muhammad Amin, kemarin (19/7).

Diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis jumlah penduduk miskin di daerah ini pada Maret 2016 mencapai 804.440. Angka itu bertambah 2.150 orang dibanding keadaan pada September 2015 sebanyak 802.290 orang.

Meskipun, jika dibandingkan dengan Maret 2015, jumlah penduduk miskin di NTB berkurang 19.450 orang.

Amin yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi NTB berjanji akan segera melakukan evaluasi mengacu pada rilis BPS tersebut.

Ia menduga bertambahnya penduduk miskin di tengah pertumbuhan ekonomi yang membaik juga disebabkan oleh faktor inflasi. a�?Inflasi juga karena disebabkan kebijakan nasional,a�? imbuhnya.

Di satu sisi, mau tidak mau, pemerintah juga harus mengakui adanya indikasi bahwa pertumbuhan ekonomi yang dibanggakan selama ini belumlah berkualitas.

Wagub berjanji mendalami apakah pertumbuhan ekonomi saat ini hanya dinikmati oleh sebagian orang saja sehingga tidak berimbas langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat umum.

a�?Jangan sampai pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati sebagian orang.

Misalnya hotel menyerap tenaga kerja berapa dari mana saja dan keuntungannya kemana saja. Apakah beredar di sini atau keluar ini juga perlu diatensi,a�? jelasnya.

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi yang kurang berkualitas juga sempat menjadi sorotan fraksi Partai Keadilan Sosial (PKS) DPRD NTB.

Fraksi PKS menyoroti, pertumbuhan ekonomi NTB hanya ditopang oleh sektor-sektor tertentu yang tidak memberikan kontribusi secara langsung pada masyarakat luas, misalnya sektor pertambangan.

Sebaliknya, sektor strategis yang menyerap banyak tenaga kerja dengan tipilogi pelaku ekonomi yang dihuni masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah seperti petani, nelayan atau UMKM justru tumbuh di bawah rata-rata.

a�?Inilah yang perlu kita atensi karena semestinya pertumbuhan ekonomi itu berbanding lurus dengan pengurangan kemiskinan. Ini malah jumlah penduduk miskin kita bertambah.Tentu kita akan evaluasi,a�? kata Amin.

Kedepannya, ini perlu diatensi agar pertumbuhan ekonomi yang dicapai justru tidak semakin meniscayakan jurang pemisah antara kaya dan miskin.

a�?Untuk itu, kita tentu perlu lebih menggenjot pada program-program yang langsung menyentuh masyarakat,a�? imbuh Wagub.

Sementara, prihal angka kemiskinan yang bertambah, Amin juga menekankan perlunya peran serta kabupaten/kota untuk tetap menjaga komitmennya memberantas kemiskinan.

a�?Ini kan angka-angka kemiskinan ada di kabupaten/kota dan kita minta pemda juga serius. Ingat komitmen yang sudah kita sepakati,a�? pesan Amin.

Dalam waktu dekat, koordinasi juga akan dilakukan bersama kabupaten/kota se-NTB. Sehingga, komitmen pemberantasan kemiskinan bisa benar-benar berjalan sesuai direncanakan.

a�?Kita harus temukan jawaban dari persoalan mendasar dan subtantif dari indokator yang menentukan masyarakat masuk katagori miskin,a�? pungkasnya. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka