Ketik disini

Bima - Dompu

Penadah Motor Curian Ditembak

Bagikan

BIMA – Polres Bima Kabupaten meringkus sindikat curanmor, Ahad  (17/7). Yakni JB, 18 tahun dan SP, 17 tahun warga Desa Tolouwi, Kecamatan Monta.

Polisi juga menangkap seorang penadah berinisial H. Tersangka ini terpaksa dilumpuhkan. Konon, tersangka berusaha melawan polisi. Sebelumnya, petugas memberikan tembakan peringatan ke udara, namun tersangka tetap melawan.

Akhirnya, petugas melepas timah panas dan mengenai kaki tersangka. Seketika, penadah motor itu terkapar.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan 12 unit motor bodong beragam jenis. Motor yang diangkut itu sebagian besar tidak memiliki nomor polisi. Ada pula yang menggunakan plat luar daerah Bima.

Kasatreskrim AKP Erikson mengatakan, penangkapan ini berawal saat anggota patroli rutin di Jalan Lintas Bima-Tente sekitar pukul 18.00 Wita. Ketika melintas di Desa Belo, Kecamatan Palibelo, anggota melihat gerak gerik dua orang yang mencurigakan.

”Anggota menggeledah keduanya. Dari tangan pelaku ditemukan dua kunci leter T,” jelasnya, kemarin (19/7).

Curiga dengan keberadaan kunci leter T, anggota mengangkut tersangka. Dihadapan polisi, keduanya mengaku telah menjalankan aksi sekitar satu tahun lebih. Belasan motor itu hasil pencurian di wilayah Kabupaten Bima.

”Motor curian dibawa ke wilayah Kecamatan Monta,” sebut dia.

Berdasarkan keterangan tersangka, penyidik melakukan pengembangan. Hasilnya, belasan unit motor curian diamankan dari tempat penampungan di Kecamatan Monta. Saat mengangkut motor curian, polisi mengamankan pula penadah H.

”Tersangka H ini penadah. Tersangka terpaksa kami lumpuhkan, karena berusaha melawan,” terang Erikson.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, maling motor dan penadah akan dikenakan pasal 363 ayat 1 3e, 4e jo pasal 53 KUHP. Ketiganya terancam hukuman lima tahun penjara.

”Yang jelas kasus ini akan terus dikembangkan. Pelaku dan penadah diamankan di sel tahanan Polres Bima,” terangnya.

Erikson mengimbau, bagi masyarakat yang merasa kehilangan motor agar mengecek serta membawa kelengkapan administrasi seperti STNK dan BPKB asli ke Mapolres. Ia juga meminta agar masyarakat tidak membeli kendaraan yang tidak lengkap atau bodong.

”Kami berharap masyarakat bersikap kooperatif. Jangan beli kalau kendaraan itu tidak memiliki surat-surat,” imbaunya. (yet/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka