Ketik disini

Selong

Petani Tambakau Lotim dan Hujan yang tak Diinginkan

Bagikan

Hampir setengah tahun lamanya kemarau menerjang sebagian besar derah di Lotim. Kini hujan mulai mengguyur, namun oleh petani tembakau itu adalah bencana sesungguhnya. Mereka takut tanamannya akan rusak, sehingga mengupayakan beragam cara.

***

PAGI baru saja menyingsing, ketika Ali seorang petani di Terara, Lotim tampak tergesa-gesa menuju sawahnya. Membawa sebuah cangkul, ia berniat melakukan sesuatu. a�?Mau buat jalur air,a�? katanya.

Dia harus bekerja ekstra cepat. Kendati seorang diri, tak ada waktu berleha-leha. Penyebabnya adalah hujan yang turun dengan cukup lebat malam sebelumnya. dengan air kiriman dari langit itu, praktis sawahnya agak becek. Di sejumlah titik bahkan mulai tergenang. Jadilah ia harus memperdalam jalur aliran air yang mulai dangkal.

Sejak awal menanam tembakau jalur itu memang sudah dibuat. Namun terus menyempit seiring waktu. Kini dengan hujan yang mulai rutin mengguyur, ia harus bekerja ekstra kembali mendalamkan jalur airnya. Selain hujan yang memang turun langsung, ia dan petani lain yang kini umumnya juga menanam tembakau juga harus mewaspadai air kiriman (19/7).

Berbeda dengan saat menanam padi yang terus mengharap air, kini petani seperti dirinya harus terus siaga menghalau air. Tek jarang ia menutup saluran menuju sawahnya karena memang tak memerlukan banyak air saat sedang menanam tembakau.

BMKG Lombok International Airports (LIA) memang sudah memprediksi hal ini. Pasca kemarau panjang, tibalah saatnya peningkatan curah hujan. a�?Ada pengaruh cuaca hujan dari kawasan Australia juga,a�? kata Forecast on Duty BMKG LIA Anggi Dewita.

Selain dengan mengurangi air yang masuk dan membuatkan parit di pinggiran sawah, petani seperti dirinya harus membekali tanaman dengan berbagai pupuk. Itu supaya makin kuat menghadapi perubahan cuaca.

Setelah melakukan cara-cara konvensional, tak lupa petani seperti dirinya menambah lagi dengan haturan doa pada sang pencipta. Doa agar hujan dan air tak menghancurkan tanaman tembakaunya. a�?Kalau sudah seperti ini kami justru berharap tak ada hujan,a�? kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lombok Timur (Lotim) Sahabudin. (WAHYU PRIHADI, Selong.r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka