Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Minta Pilkada Ulang, Kantor Desa Nisa Disegel

Bagikan

BIMA – Kantor Desa Nisa Kecamatan Woha disegel warga setempat, kemarin (20/7). Warga menuntut agar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) diulang. Karena saat pelaksanaan ada indikasi kecurangan.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post), sejak pagi warga mendatangi kantor desa. Mereka menuding panitia memanipulasi data pemilih sebanyak 40 orang.

Penyegelan dilakukan oleh pendukung calon Kades yang kalah. Calon nomor urut satu atas nama Abdul Hamid, calon nomor urut dua atas nama Mirwan, calon nomor urut tiga atas nama Yusuf dan calon nomor urut lima atas nama Yusuf Muhamad.

Yusuf Ompu Naru calon kepala desa menjelaskan, banyak warga yang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) ikut memberikan hak suara. Ada juga beberapa pemilih di bawah umur yang ikut memberikan hak suara.

“Ada warga Nisa yang sudah tinggal di Desa Runggu lebih dari lima tahun. Tapi saat Pilkades kemarin, ikut memberikan hak suara,a�? ungkapnya, kemarin.

Yusuf mengaku kecewa dengan pengangkatan panitia baru. Karena masyarakat tidak mengetahui hal tersebut.

Ia menuding adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pilkades tersebut. Karena panitia pelaksana Pilkades atas nama Ardiansyah dipecat di tengah jalan.

“Kami menduga adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pilkades kemarin,a�? katanya.

Kapolres Bima AKBP Gatut Kurniadin membenarkan adanya aksi penyegelan Kantor Desa Nisa tersebut. Karena diduga adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pilkades. Meski kantor desa disegel, namun kondisi keamanan di Desa Nisa tetap kondusif.

“Penyegelan memang benar ada, tapi situasi tetap kondusif,a�? pungkasnya. (yet/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka