Ketik disini

Headline Selong

Warga Lotim Gedor BPN

Bagikan

SELONGA�– Lebih dari 80 warga berunjukrasa di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Timur (Lotim), kemarin. Mereka marah, lantaran BPN Lotim dianggap hanya mengeruk keuntungan pribadi. a�?Katanya Prona gratis, buktinya bayar,a�? teriak koordinator pendemo, Taufik Hidayat.

Massa yang datang merupakan orang-orang yang selama ini pernah berurusan dengan BPN Lotim dan mengalami sendiri apa yang dikeluhkan. Mereka mengaku mengeluarkan uang dari ratusan ribu hingga lebih dari Rp 1,5 juta.a�?Ingat BPN, kewajiban masyarakat hanya bayar administrasi, masak sampai jutaan,a�? teriaknya.

Eko Rahadi pendemo lainnya menceritakan ia sampai harus mengeluarkan uang belasan juta rupiah agar semua pengurusan berjalan cepat. Selama ini jika masyarakat miskin yang datang selalu dilayani dengan lamban. Sebaliknya jika para oknum pejabat desa datang mengurus dengan uang pelicin yang banyak, langsung dilayani dengan cepat. a�?Saya minta polisi dan jaksa usut BPN ini, ini adalah sarang perampok,a�? orasinya dengan berapi-api.

Menanggapi hal itu, Kasi Survey, Pengukuran, dan Pemetaan BPN Lotim H Burhanudin mengatakan hingga kini memang ada sejumlah sertifikat yang belum rampung. Dari target 3.000 sertivikat tahun lalu, masih ada 500 lebih yang belum rampung. a�?Itu karena kendala administrasi,a�? jawabnya.

Sedang terkait sejumlah biaya yang dikeluarkan masyarakat, menurutnya ada dasar yang dilakukan. Menurutnya dalam program Prona memang ada sebagian yang harus dibayarkan oleh pemohon. Jumlahnya ditetapkan sesuai aturan.

a�?Kalau cuman sampai Rp 1,5 juta, sebenarnya itu kecil,a�? jelasnya.

Dicontohkan untuk pengurusan tanah seharga Rp 100 juta, boleh jadi yang digratiskan hanya Rp 40 juta saja. Selebihnya tidak sehingga ada hitung-hitungan yang tetap harus dibayarkan. a�?Uang itu ke negara bukan untuk kami,a�? katanya memberi pembelaan. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka